SEPUTAR MASJID

Friday, March 29, 2019

Pendiri Masjid Kubah Emas Depok Meninggal Dunia

  Pendiri Masjid Kubah Emas Depok Meninggal Dunia

SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roojiun, pendiri Masjid Kubah Emas Ibu Hj Dian Djuriah Rais binti H Muhammad Rais atau yang biasa disapa Hj Dian Almahri meninggal dunia pada hari Jum'at, 29 Maret 2019.

Informasi wafatnya Hajah Dian dibenarkan oleh Pengurus Masjid Kubah Emas. "Ya benar, beliau sudah berpulang. Tadi sekitar pukul 02.15 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta" ujar Pengurus Masjid Kubah Emas Depok.

Masjid Kubah Emas Al Mahri didirikan pada tahun 2006 dengan kemegahan luar biasa, karena kubah di bagian atas masjid yang berwarna emas.

Masjid Kubah Emas ini berdiri diatas tanah seluas 50 herkar dengan gaya arsitektur Timur Tengah dan dapat menampung sedikitnya 20 ribu jamaah.

[islamedia]

Friday, December 21, 2018

Jalin Silaturahmi, Satgas Yonif PR 328 Kostrad Yasinan Bersama Masyarakat Skouw


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Dansatgas) Yonif PR 328/DGH Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) melaksanakan kegiatan Yasinan bersama Masyarakat di Musola Al-Hijrah, Skouw, Kamis (20/12/2018).

Kegiatan Yasinan malam Jumat memang rutin dilaksanakan bersama-sama oleh masyarakat, oleh karena itu, untuk mempererat hubungan silaturahmi bersama masyarakat, Dansatgas Yonif PR 328/DGH dan 10 personel Satgas melaksanakan ibadah sholat Magrhib bersama dilanjutkan dengan kegiatan Yasinan di Mushola AL-Hijrah.

Tokoh Agama Skouw Bapak Haji Imam Idris merasa sangat senang dengan kehadiran personel Satgas Yonif PR 328/DGH yang telah melaksanakan ibadah bersama dengan masyarakat di Masjid Al-Hijrah.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Dansatgas Yonif PR 328/DGH beserta personel Satgas lainnya, kami harap kegiatan ini terus berlanjut, kedepan agar apabila ada kegiatan keagamaan atau hari besar semoga dapat bersama-sama melaksanakan,” ujarnya.

Dansatgas Yonif PR 328/DGH, Mayor Inf Erwin Iswari. S.Sos., M. Tr (Han) juga mengatakan bahwa harapannya kedepan baik dalam kegiatan ibadah maupun kegiatan hari-hari besar keagamaan dapat bersama-sama dengan masyarakat Skouw.

“Kami dari Satgas Pamtas Yonif PR 328/DGH juga mengucapkan terima kasih atas sambutan dari Bapak Haji Imam Idris, harapan kami kegiatan-kegiatan keagamaan kedepan dapat dilaksanakan bersama-sama dengan Personel Satgas,” ujarnya.

 ■ RASYID / Penkostrad


Monday, December 17, 2018

Ketua Umum Dharma Pertiwi Ziarah Hari Ibu di TMPN Kalibata


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Ketua Umum Dharma Pertiwi, Ibu Nanny Hadi Tjahjanto melaksanakan Ziarah Nasional dalam rangka Hari Ibu ke-90 Tahun 2018 di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (17/12/2018).

Ziarah Nasional Hari Ibu ke-90 dipimpin langsung oleh Ibu Negara, Ibu Iriana Joko Widodo, dihadiri pula oleh Istri Wakil Presiden RI, Ibu Mufidah Yusuf Kalla dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) Ibu Yohana Susana Yembise.

Kegiatan ziarah dilanjutkan tabur bunga diantaranya ke makam Ibu Hasri Ainun Habibie, Ibu Nelly Adam Malik dan Ibu Ratu Emma Norma Sudharmono. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Ibu ke-90 tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian KPPA.

Turut serta pada ziarah tersebut diantaranya Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ibu Hetty Andika Perkasa, Ketua Umum Jalasenastri Ibu Manik Siwi Sukma Adji, Ketua Harian Dharma Pertiwi Pusat Ibu Metty M. Herindra dan Ketua Harian IKKT Pragati Wira Anggini Ibu Wida Didit Herdiawan.
         
 ■ Rasyid / Puspen TNI

Sunday, November 4, 2018

TNI Dirikan Sarana Ibadah di Pengungsian Petobo Kota Palu


SUARAMERDEKA.co.id ■ Sekitar 30 prajurit TNI dari Batalyon Infanteri 714/Sintuwu Maroso (Yonif 714/SM) Kodam XIII/Merdeka dipimpin Kapten Inf Imam Abdillah yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) penanggulangan bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi, Sulawesi Tengah, mendirikan sarana ibadah di pengungsian Petobo.

Pembangunan sarana ibadah berupa Mushola dikerjakan oleh prajurit TNI bersama warga sekitar, atas inisiatif dan permintaan warga yang mendiami tenda-tenda pengungsian dan Hunian Sementara (Huntara), di Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (3/11/2018).

Ibu Sinar salah seorang warga yang menempati tenda pengungsian mengatakan bahwa tempat ibadah (Mushola) yang ada masih kurang bila dilihat dari jumlah pengungsi yang ada disini. “Sarana ibadah yang sudah ada jaraknya cukup jauh, sehingga buat kami para orang tua terasa jauh sekali,” ucapnya.

“Kami senang TNI dirikan Mushola disini, dan kami merasa berterimakasih kepada TNI yang sudah banyak membantu kami di pengungsian ini,” katanya.

■ Rasyid / Puspen TNI

Tuesday, October 30, 2018

Mudzakarah Ulama Aswaja: Pembakaran Bendera Tauhid Pelecehan Atas Simbol Islam


SUARAMERDEKA.co.id ■ Tragedi kembali terjadi, masih terngiang di pemikiran kita bersama atas kasus Penistaan Agama oleh Ahok, dan sekarang kejadian yang mirip kembali terjadi yaitu Pembakaran Bendera Tauhid (Arraya) . Mirisnya lagi itu dilakukan di perayaan Hari Santri tepatnya tanggal 22 Oktober 2018 dan pelakunya diduga dari salah satu ormas  Islam yaitu GP Ansor, Banser.

Terkait hal ini, tepatnya tanggal 28 Oktober 2018 bertepatan tanggal 19 Safar 1440H bertempat di Mesjid An Nur Kaung Gading Pamijahan kurang lebih sekitar 30an Ulama Aswaja dari Pamijahan, Cibungbulang dan Ciampea berkumpul merapatkan barisan menyatakan sikap atas Pembakaran Bendera Arraya oleh pihak Banser.

Tampak hadir KH. Maman (ketua BKSPP Kab Bogor), KH Muhyiddin (Pimpinan Ponpes Annur Pamijahan), KH Aziz (Ulama Aswaja Ciampea), Ust Saefudin (Ponpes Arrosyaadah Gn. Bunder), Ust Aneng (Ulama Aswaja Gn. Bunder), Ust Baban Sobandi (Ponpes Annuriyah Pamijahan) dan ulama, assatidz yang lainnya.

“Atas kasus pembakaran bendera Tauhid ini, sikap kita seharusnya yang minimal adalah marah itu sebagai pertanda masih adanya iman dan ghirah keislaman dalam jiwa kita. Dan kita sudah seharusnya mengajak dan memahamkan kepada ummat akan kebenaran bendera Rasulullah yaitu Arroya dan Alliwa,” terang KH Maman selaku ketua BKSPP Kab Bogor dalam Muqaddimahnya.

Pada kesempatan yang sama KH Muhyiddin selaku Pimpinan Ponpes Annur Kaung Gading Pamijahan dan sebagai tuan rumah acara ini menjelaskan “Dalam Hadits jelas bahwa Arroya itu Panji Rasulullah yang berwarna hitam dan Alliwa itu berwarna Putih dengan tulisan lafadz tauhid, jadi yang dibakar itu jelas Arroya panji Rasulullah bukan bendera salah satu ormas seperti yang pelaku katakan. Maka ini jelas adalah pelecehan terhadap Islam”

Acara pun ditutup dengan doa dan pernyataan sikap dari Ulama Aswaja yang semuanya sepakat mengutuk keras pembakaran bendera Tauhid ini dan mengajak kepada seluruh kaum muslimin untuk ikut serta secara totalitas dalam upaya pembelaan atas bendera Tauhid ini karena bendera ini adalah Bendera milik kaum muslimin dan bukan milik satu ormas saja.

Sumber: shautululama .net

Sunday, October 28, 2018

RS Indonesia Kena Roket Yahudi, Fahri Minta Pemerintah Tekan Tindakan Zionis Israel


SUARAMERDEKA.co.id ■ Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta sikap tegas Pemerintah Indonesia kepada dunia atas tindakan kejam militer zionis yang kembali menggempur sejumlah wilayah di Jalur Gaza, sejak Jumat (26/10) hingga Sabtu (27/10). Israel menjatuhkan lima roket di wilayah tersebut, bahkan mengenai RS Indonesia yang berada di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina.

Fahri menilai, seharusnya Pemerintah Indonesia mempunyai sikap yang lebih kuat agar menekan dunia menghentikan kezaliman Israel.

Ia menambahkan, penyerangan ke wilayah Gaza tersebut harus menjadi momentum Indonesia kembali bersikap aktif mendesak dunia atas tindakan Israel tersebut.

"Gaza yang seharusnya daerah aman bisa jadi titik berangkat Indonesia untuk menjelaskan kepada dunia bahwa kezaliman zionis Israel sudah melampaui batas kemanusiaan," kata Fahri kepada wartawan, Ahad (28/10).

Menurutnya, kemarahan Pemerintah Indonesia atas tindakan biadab Israel tersebut harus disertai tindaklanjut yang nyata. Sebab, ia menilai saat ini sikap Indonesia masih terkesan pasif.

"Rasanya kita seperti tidak punya tenaga, sekarang Gaza diserang, bagian yang diserang adalah sebuah rumah sakit, yang didirikan dengan dana dan uang rakyat Indonesia. Gaza dalam isolasi yang luar biasa, telah kita biarkan menjadi ladang pembantaian yang terus menerus," ungkap Fahri.

Ia mengingatkan, selain amanat konstitusi untuk menghapuskan penjajahan di atas dunia, Indonesia memiliki utang untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

“Selain keputusan konstitusi negara bahwa sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan harus dihapuskan. Jika mau perjuangkan politik lebih keras, karena kita ini selalu masuk wilayah diplomasi yang aman," ucapnya.

Militer zionis Israel menggempur sejumlah wilayah di Jalur Gaza sejak Jumat (26/10) malam hingga Sabtu (27/10) ini.  Relawan MER-C di Gaza, Reza Aldilla Kurniawan, melaporkan  pesawat tempur F16 Israel mengirim tidak kurang dari lima roket yang jatuh tidak jauh dari lokasi RS Indonesia.

Dentuman keras kelima roket tersebut menyebabkan guncangan keras di area sekitar, bahkan mengakibatkan kerusakan di beberapa bagian RS Indonesia. Ruangan yang mengalami kerusakan di antaranya ruangan kantor administrasi, toilet, koridor, dan ICU.

Akibat pengeboman yang terjadi di dekat RS Indonesia, pasien-pasien dipindahkan dan ditempatkan di lorong-lorong yang aman untuk menjaga keselamatan mereka. Sampai berita ini dibuat, menurut Reza, suara deru pesawat tempur masih terdengar jelas mengitari langit Gaza.

Sumber : republika .co .id


Saturday, October 27, 2018

Muhammadiyah: Jangan Sampai Terjadi Pembawa Bendera Diproses Hukum, Sementara Pelaku Pembakaran Tidak Diproses


SUARAMERDEKA.co.id ■ Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan jangan sampai terjadi misalnya pembawa bendera yang diproses hukum, sementara pelaku pembakaran tidak diproses secara hukum. Pernyataan ini disampaikan Muhammadiyah mensikapi perkembangan terkini terkait kasus pembakaran bendera tauhid.

Sebelumnya, Haedar Nashir bersama Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, hadiri pertemuan dengan Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla beserta seluruh Pimpinan Ormas Islam dan Majelis Ulama Indonesia di kediaman Wapres, Jumat (26/10/2018) malam. Pertemuan tersebut membahas terkait insiden pembakaran bendera di Garut.

Pertemuan tersebut dinilai Haedar menjadi forum yang tepat untuk mempertegas sikap Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk menyampaikan sikapnya atas insiden tersebut.

Menurut Haedar, ada tiga point pandangan dan sikap yang disampaikan oleh Haedar mewakili Muhammadiyah dalam forum silaturahim ini.

Pertama, kenyataan dan fakta yang tidak terbantah bahwa telah terjadi pembakaran bendera bertuliskan lafadz Laa Ilaaha Illa Allah di Limbangan Garut yang menimbulkan reaksi keras dan  luas di masyarakat karena menyangkut hal sensitif dalam diri umat Islam yang harus diredam dan dicari penyelesaian yang sebaik-baiknya.

Selanjutnya yang kedua Haedar menegaskan, jika HTI dan organisasi lain yang dilarang oleh pengadilan sesuai UU Ormas yang berlaku telah memperoleh ketetapan hukum maka perlu kepastian institusi siapa yang harus melaksanakan eksekusi, termasuk terhadap simbol atau atribut organisasinya berdasarkan ketentuan yang berlaku.

“Tidak dibenarkan ada ormas atau institusi non negara atau di luar aparat penegak hukum yang melakukan eksekusi, apalagi dengan caranya sendiri yang menimbulkan reaksi di ruang publik”, tegas Haedar seperti dilansir Muhammadiyah.or.id, Sabtu (27/10/2018).

Ketiga menurut Haedar, bahwa Muhammadiyah tetap meminta agar kasus pembakaran bendera tersebut diselesaikan secara hukum yang adil, objektif, dan seksama.

“Jadi nantinya jangan sampai terjadi misalnya pembawa bendera yang diproses hukum, sementara pelaku pembakaran tidak diproses secara hukum,” tambahnya.

Oleh karena itu, dalam menghadapi masalah ini, Haedar berharap, semua pihak harus berjiwa besar dan tidak mengembangkan pikiran dan sikap yang apologi dalam menghadapi dan menyelesaikan kasus pembakaran bendera tersebut. Namun masyarakat khususnya umat Islam juga harus tenang dan dewasa dalam menghadapi masalah ini demi kemaslahatan semua.

Haedar juga menuturkan, yang dinyatakan Muhammadiyah maupun Majelis Ulama Indonesia yang menyatakan penyesalan dan keprihatinan atas pembakaran bendera tersebut mengandung pesan agar dihormatinya kalimat Laa Ilaaha Illah yang bagi umat Islam memang hal yang sensitif.

“Selebihnya agar umat Islam tenang dan tidak berlebihan dalam mereaksi kejadian yang tidak menyenangkan itu. Sebab reaksi umat sudah sedemikian keras dan luas,” pungkas Haedar.

Hadir dalam pertemuan tersebut Mensesneg Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim, Panglima TNI dan Kapolri. Serta hadir pula tokoh Islam Din Syamsuddin, Komaruddin Hidayat, Azyumardi Azra, Nazaruddin Umar serta Ketua-ketua Ormas Islam lainnya.

Sumber: Muhammadiyah

Thursday, October 18, 2018

Sambut Hari Santri, Polrestabes Surabaya Gelar Istighosah Kubro


SUARAMERDEKA.Co.id  ■ Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya menggelar istighasah kubra dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional di Masjid Al Akbar Surabaya, Kamis malam.

"Kegiatannya usai shalat isya nanti malam dan kami persilakan jamaah untuk bersama-sama hadir dan berdoa,” ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan ketika dikonfirmasi di Surabaya.

Melalui momentum peringatan Hari Santri Nasional, Rudy ingin mengajak masyarakat Surabaya, Jawa Timur, dan Indonesia untuk mendoakan agar kondisi Tanah Air selalu aman serta damai.

BACA JUGA: Habib Luthfi : Nabi Mengajarkan Kita Cinta Produk Dalam Negeri

"Ini semua karena tiada tempat lain memohon keselamatan, kecuali kepada Allah SWT. Semoga Indonesia selalu dalam lindungan-Nya dan dijauhkan dari bencana apapun,” ucap perwira menengah tersebut.

Doa bersama juga sebagai harapan agar dijauhkan dari segala bencana, termasuk agar pada proses pesta demokrasi tahun 2019 berjalan aman, tak ada konflik hingga menghindarkan dari ancaman perpecahan NKRI.

BACA JUGA: Ini Doa Jokowi di Milad ke 67 Prabowo

Sementara itu, istighasah akan menghadirkan penceramah KH Anwar Zahid yang terlebih dahulu dilakukan prosesi arak-arakan tumpeng raksasa merah putih berukuran setinggi 1,5 meter.

Pemotongan tumpeng akan dilakukan oleh Habib Syech Abdul Qodir Assegaf, yang kemudian dibagikan kepada jamaah.   ■ Bambang Ks



Monday, September 10, 2018

KH Ma'ruf Amin di Masjid Az-Zikra: Saya Tidak Berani Ngajak, Kalau Bisa ya Dukungannya


KH Ma'ruf Amin meminta doa dan dukungan dari para jemaah serta pengurus Masjid Az-Zikra untuk pencalonannya sebagai bakal calon Wakil Presiden mendampingi Joko Widodo.

"Oleh karena itu hari ini saya beritahukan, saya mohon doa, mohon dukungannya," kata Ma'ruf usai shalat Jumat di masjid yang berlokasi di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/9).

Kiai Ma'ruf datang ke Masjid Az-Zikra mengisi khutbah Jumat dan shalat berjamaah dengan warga dan pengurus masjid. Ma'ruf menjelaskan kehadirannya di Masjid Az-Zikra untuk mengisi khutbah sekaligus menyampaikan secara formal kepada pengurus terkait pencalonannya.

"Kebetulan saya berkhutbah di sini, kebetulan saya anggota Dewan Syariah dari Az-Zikra dan sama-sama ulama, sama-sama ustaz," ucap Ma'ruf.

Ma'ruf mengatakan, selama ini ia belum memberitahukan secara formal kepada Pengurus Masjid Az-Zikra terkait pencalonannya sebagai bakal calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo.

Sehingga kedatangannya ke Masjid Az-Zikra adalah untuk menyampaikan secara formal pencalonannya sekaligus mengharapkan doa, dan dukungan jemaah sekaligus para ustaz yang ada.

"Saya sekarang dipilih sebagai calon wapresnya pak Jokowi walaupun sudah ada yang tahu, tapi formal kan saya belum beri tahu. Hari ini saya beritahukan kepada ustaz dan jemaah," ujar mantan Ketua MUI Pusat ini pula.

Ma'ruf menjelaskan, selama ini ia berada di jalan kultural sebagai Ketua MUI dan lainnya, dan kini akan masuk ke jalan struktural.  Ketika ditanya apakah akan mengajak Ustaz Arifin Ilham untuk menjadi tim mendukung kemenangannya, Ma'ruf mengatakan tidak berani untuk mengajak, tetapi hanya berharap doa dan restunya.

"Saya tidak berani ngajak, tapi saya berharap restunya, doanya, kalau bisa ya dukungannya," tutur Ma'ruf.

Sumber : antaranews. com

© Copyright 2018 MERDEKA POS | All Right Reserved