NASIONAL

Monday, April 1, 2019

Pemred Pos Metro Dianiaya dengan Kursi, SPRI Minta Polisi Tangkap Bandar Judi Tembak Ikan

Pemimpin Redaksi Pos Metro Dihantam Kursi, SPRI Minta Polisi Tangkap Bandar Judi Tembak Ikan

SUARAMERDEKA.co.id ■ Nasib naas kembali menimpa seorang jurnalis bernama Budi Hariadi, Pemimpin Redaksi Harian Pos Metro (Jawa Pos Grup) Medan.

Budi yang akrab disapa Budenk ini menjadi korban penganiayaan dan penyiksaan orang suruhan oknum Pengusaha Ationg, yang diduga pemilik bandar judi tembak ikan, yang beralamat di Jalan Veteran Simpang Helvetia Komplek Brayan Trade Center, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Sumatera Utara, Kamis (28/03) siang.

Peristiwa bermula saat wartawan Pos Metro ini hendak mengkonfirmasi usaha yang diduga sebagai bagian dari aktivitas perjudian berbentuk tembak ikan.

Meski kehadirannya telah diketahui sebagai seorang wartawan, serta diminta menunjukan kartu tanda pengenalnya, namun upaya tersebut berujung penganiayaan.

“Mau apa ?,” tanya seseorang yang diyakini Budi sebagai pemilik perjudian di lokasi tersebut.

Lantas Budi pun memberikan jawaban selayaknya seorang jurnalis.

“Aku mau nanya-nanya mengenai usaha kita ini, aku pers nya,” jawab Budi. Kedatangan Budi Hariadi di Komplek Brayan Trade Center ini dianggap sang pengusaha telah mengusik usaha yang diduga sebagai areal perjudian.

Budi lantas dipertemukan dengan empat orang yang berada di kantin dalam areal tersebut, seraya menunjukan kartu persnya. Lalu, salah satu dari keempat orang ini menanyakan alasan kedatangan Budi.

Korban yang bertujuan mengkonfirmasi terkait usaha para pelaku yang diduga judi ini langsung diberi peringatan oleh salah seorang karyawan.

“Sempat ada pa-apa dengan usaha ini, ku habisi kau,” ancam pelaku penganiayaan.

Karena mendapat ancaman dari para pelaku, korban pun pamit keluar dari areal Komplek Brayan Trade Center.

Pada saat korban berjalan keluar dari areal itu, korban pun sempat mendokumentasikan areal yang disinyalir sebagai lokasi judi. Seketika ia langsung dicegat dan dianiaya oleh empat pelaku yang sigap dan membuntuti korban.

Penganiayaan terhadap korban pun terjadi berulang kali menggunakan kursi (bangku kayu), hingga korban tidak berdaya.

Akibat insiden tersebut korban telah membuat laporan polisi ke Polsek Medan Labuhan dengan nomor STPLP /198/III/2019/SU/PEL-BLW/SEK-MEDAN LABUHAN, tertanggal 28 Maret 2019, pukul. 22 WIB.

Sementara itu, melalui siaran pers yang diterima redaksi, Senin (1/4/2019), Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Provinsi Sumatera Utara, Devis Karmoy, mendesak agar Polda Sumut segera menangkap pelaku. Kejadian main hakim ini, telah mencoreng kebebasan pers yang dijamin Undang-undang (UU) dan melecehkan negara.

Berdasarkan penjelasan korban dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Pengaduan (STPLP) Polsek Medan Labuhan menyebutkan, tujuan kehadiran korban ke lokasi tersebut hendak mengonfirmasi dugaan aktivitas perjudian tembak ikan modus gelanggang permainan yang santer dibicarakan warga dan meresahkan. Namun kedatangan Budi yang sedang meliput sebagaimana dilindungi Pasal 4 ayat (3) Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers ini dikhianati Ationg dan tujuh penjaganya.

DPD SPRI Sumatera Utara juga meminta semua lapisan masyarakat menghargai pekerja pers sebagai insan yang menjalankan profesinya sesuai Undang-Undang. Selain itu, SPRI juga mendesak aparat kepolisian lebih peduli terhadap keluhan masyarakat terkait lokasi yang kerap dijadikan sebagai tempat perjudian.

"Meminta para tokoh masyarakat, agama dan pemuda untuk perang terhadap praktik perjudian yang melibatkan oknum aparat negara," kata Devis Karmoy.

Terpisah, Kapolsek Labuhan melalui Kanit Reskrim Iptu Bonar Pohan menjelaskan pihaknya telah memeriksa saksi-saksi. Sementara Ombudsman menyampaikan akan mengontrol perjalanan kasus ini. (rls/R-01)

Monday, March 18, 2019

Polisi Benarkan 3 Orang Diamankan Saat Ikuti Apel Kebangsaan di Semarang


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Meskipun mendapat kritik dari berbagai pihak Gubernur Jawa Tengah tetap menggelar Apel Kebangsaan yang menghabiskan dana 18 Miliar dari APBD Jawa Tengah.

Meskipun faktanya Jawa Tengah adalah runner up jumlah penduduk miskin tertinggi se Indonesia namun tidak menyurutkan langkah Pemprov menghamburkan uang rakyat untuk apel ini.

Apel Kebangsaan sendiri berjalan sesuai rencana menghadirkan beberapa tokoh dan diikuti peserta yang justru terlihat didominasi penggemar band Slank.

Bukannya ikut mendengarkan ceramah atau membaca deklarasi damai, para remaja yang mengaku sebagai Slankers ini justru mabuk-mabukan di area Simpang Lima Semarang, tempat dilaksanakannya Apel Kebangsaan ‘Kita Merah Putih’, Minggu (17/3/2019).

Polisi di posko pengamanan yang mendapat laporan pun menciduk para remaja ini.

Beberapa di antaranya melarikan diri, tiga sisanya ditangkap petugas gabungan baik polisi maupun Satpol PP.

Dalam kondisi mabuk, ketiganya dibawa ke Posko Pengamanan Apel Kebangsaan.

Para remaja yang masih di bawah umur ini diinterograsi petugas.

Bukannya takut, seorang di antaranya justru lantang menjawab dirinya mabuk.

“Iya Pak, mabuk,” kata remaja tersebut.

Alasan mereka mabuk pun bikin polisi geleng kepala.

Mereka sengaja mabuk-mabukan agar lebih enak bergoyang saat grup band Slank membawakan lagu.

“Kami Slankers, Pak. Jadi harus mabuk dahulu sebelum joget. Biar enak jogetnya,” katanya.

Ketiga remaja yang mengaku berasal dari Kecamatan Semarang Tengah ini sudah menenggak minuman keras berjenis ciu sebelum tiba di Lapangan Simpang Lima Kota Semarang.

“Tadi saya bawa dua botol ciu, diminum waktu naik bus ke sini. Sisanya diminum sama teman-teman di lapangan tadi,” ujarnya.(tribunnews/sp)

 

Sunday, March 17, 2019

TNI Salurkan Bantuan Ribuan Keramik Untuk Warga Pekalongan


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilaksanakan setiap tahun di seluruh wilayah Indonesia, menyalurkan bantuan berupa ribuan keramik untuk pembangunan bedah rumah warga, Masjid dan Madrasah.

Pada program TMMD kali ini, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menyumbangkan sekitar 10.000 m2 keramik bagi warga masyarakat yang berada di Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (16/3/2019).

Penyaluran bantuan keramik oleh Prajurit TNI di Pekalongan tersebut, meliputi pembangunan 258 rumah warga (5.312 dus), 27 Masjid (2.410 dus) dan 26 Madrasah (2.304 dus).

“Mudah-mudahan bantuan keramik ini dapat bermanfaat bagi warga masyarakat Pekalongan yang membutuhkan, dan prajurit TNI siap membantu dalam membedah pembangunan baik rumah, Masjid maupun Madrasah,” kata Panglima TNI.

Bantuan keramik yang disalurkan oleh TNI tersebut, merupakan hibah dari PT Arwana Citramulia Tbk, sebanyak 35.000 m2 yang diserahkan secara langsung oleh Direktur Utama PT Arwana Citramulia Tbk., Tandean Rustandy kepada Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, di Mabes TNI, Cilangkap, kemarin.

■ Rasyid/Penkostrad

Friday, March 15, 2019

Pengurangan Anggaran UN Berpengaruh Terhadap Pasukan Perdamaian PBB


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Penasehat Militer Perwakilan Tetap Republik Indonesia (Penmil PTRI) untuk PBB di New York, Amerika Serikat, Brigjen TNI Fulad, S.Sos, M.Si, beberapa waktu lalu menghadiri sidang Military Staff Committee (MSC) Dewan Keamanan PBB, bertempat di Markas Besar PBB, New York.

Sidang dihadiri oleh 15 Negara-Negara Anggota Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020 yakni Amerika Serikat, Rusia, China, United Kingdom, France, Indonesia, German, Peru, South Africa, Poland, Belgium, Dominican Republic, Kuwait, Equatorial Guinea dan Cote D’Ivore.

Pada sidang tersebut dibahas tentang kebutuhan anggaran yang besar dalam operasi Pemelihara Perdamaian PBB yang tersebar di 38 wilayah operasi dan di 30 Negara Misi United Nations (UN).  Kebutuhan anggaran selain untuk operasional Pasukan PBB juga untuk kebutuhan housing, transportasi udara, biaya transportasi darat, biaya transportasi laut, rotasi pasukan, untuk kebutuhan BBM, kebutuhan air minum, medical support unit dan lainnya.

Military Staff Committee membahas kebutuhan biaya penggelaran operasi Pemelihara Perdamaian PBB yang memerlukan anggaran tinggi mencapai $ 6.8bn, anggaran tersebut didapat dari iuran negara-negara yang tergabung dalam anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa.  Hal ini menjadi sangat penting mengingat saat ini PBB mengurangi anggaran yang cukup signifikan, sehingga berdampak pada hampir seluruh Misi PBB yang digelar di belahan dunia.

Hal yang sangat krusial dengan pengurangan anggaran PBB yakni penutupan Misi UNAMID di Darfur – Sudan yang sudah dimulai pada Desember 2018 dan akan ditutup permanen pada Juni 2019. Dengan penutupan Misi UNAMID maka tanggung jawab keamanan diserahkan kepada Pemerintah Sudan untuk dapat mengelola keamanan dan melanjutkan proses rekonsiliasi yang masih terus berlangsung.

Pada kesempatan tersebut, Penmil PTRI untuk PBB, Brigjen TNI Fulad menyampaikan bahwa proses rekonsiliasi harus terus berjalan dan kemanan yang sudah berhasil disepakati dapat ditingkatkan sehingga akan membawa perdamaian yang abadi di Sudan.

Dijelaskan pula bahwa Indonesia tergabung dalam proses perdamaian di Sudan, dimana TNI telah mengirimkan prajuritnya yang tergabung dalam Kontingen Garuda ke UNAMID sejumlah 800 orang, Artinya bahwa Prajurit Kontingen Garuda telah ikut andil dalam memberikan rasa aman dan damai di Sudan dalam rangka mengamankan penduduk di Negara yang dilanda konflik dan membantu meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.

“Saat ini Kontingen Garuda (Konga) Indonesia sedang melaksanakan tugas di sembilan Misi United Nations Peacekeeping Operations (UNPKO) yang tersebar mulai dari Asia, Timur Tengah dan Afrika yang berjumlah 3.334 personel”, ungkapnya.

■ Rasyid/Puspen TNI 

Di Kota Padang, Panglima TNI Silaturahmi Dengan 500 Rektor dan Dosen Se-Indonesia


SUARAMERDEKA.CO.ID ■  Dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Kota Padang, Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., menyempatkan diri melaksanakan silaturahmi dengan 500 Rektor dan Dosen se-Indonesia, bertempat di Universitas Negeri Padang (UNP), Jl. Prof. Dr. Hamka Air Tawar, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (14/3/2019).

Ikut serta dalam rombongan Panglima TNI diantaranya, Kapolri, Jenderal Pol. Prof. H. Tito Karnavian, Ph.D., Kepala Pusat Pembinaan Mental (Kapusbintal) TNI, Laksma TNI Budi Siswanto, S.T., M.A.P., Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI, Marsma TNI M. Khairil Lubis, Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Panglima TNI, Brigjen TNI (Mar) Purnomo dan Wakil Asisten Perencana (Waasrena) Kasau, Marsma TNI Purwoko Aji Prabowo.

Sebelum berkunjung ke Universitas Negeri Padang, Panglima TNI terlebih dahulu memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) dan sambangi Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Yaqin.

Dalam acara silaturahmi tersebut, Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menerima penghargaan dari Universitas Negeri Padang yang diserahkan secara langsung oleh Rektor (UNP) Prof. Ganefri, Ph.D., dilanjutkan foto bersama.

Tampak hadir pada acara tersebut diantaranya, Gubernur Sumatera Barat Prof.  Irwan Prayitno., M.Sc. Psi., Kapolda Sumbar Irjen Pol. Drs. Fahrizal, M.Hum, Wakil Rektor 1 UNP Yunia Wardi, Wakil Rektor 2 UNP Ir. Syahri, Ph.D., Wakil Rektor 3 UNP Prof. Ardipal dan Wakil Rektor UNP Prof Syahrial.

■ Rasyid/Puspen TNI

Thursday, March 14, 2019

Era Revolusi industri 4.0 Dibutuhkan Peran Pemuda yang Tangguh


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. memberikan kuliah umum di hadapan sekitar 500 mahasiswa dan Civitas Akademi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) dengan materi “Peran Pemuda dan Mahasiswa Dalam Merawat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Di Era Revolusi Industri 4.0”, bertempat di Gedung K.H. Ahmad Dahlan, UMRI, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Rabu (13/3/2019).

Dalam kuliah umumnya, Panglima TNI menyampaikan bahwa revolusi industri 4.0. adalah sebuah era yang diwarnai dengan berbagai kemajuan teknologi dengan kecepatan yang mengagumkan. “Bahkan kemajuan teknologi tersebut diwarnai dengan berbagai disrupsi-disrupsi yang di satu sisi membawa manfaat, namun di sisi lain menimbulkan paradox," ucapnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi membawa kemudahan bagi masyarakat, dalam berkomunikasi serta bersosialisasi dengan berbagai komunitas di berbagai belahan dunia, dengan hampir tanpa batas dan tanpa hambatan.

Ditambahkan pula bahwa perkembangan teknologi yang sangat pesat terjadi di bidang lain, seperti teknologi siber, transportasi, biomolekular, fisika kuantum, eksplorasi angkasa, eksplorasi bawah laut, dan tentu saja teknologi militer.  “Perkembangan teknologi yang sedemikian pesat membawa pengaruh yang luar biasa pada tata kehidupan bermasyarakat dan bernegara," katanya.

“Perkembangan teknologi membawa perubahan dalam pola komunikasi, pola sosialisasi, pola bisnis dan lain-lain yang seolah-olah saat ini kita hidup dalam dunia yang tanpa batas. Kecepatan perubahan bahkan mengalahkan kecepatan kita dalam memahami perubahan itu sendiri," tuturnya.

Panglima TNI mengatakan bahwa dalam menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0 ini, dibutuhkan peran pemuda dan mahasiswa yang memiliki intelektualitas tinggi, konektivitas luas, dan sekaligus mentalitas kebangsaan yang tangguh.

‘Saya berkeyakinan universitas-universitas itu center of excellence tempat orang-orang pintar, tempatnya orang-orang dididik menjadi orang-orang yang tangguh dalam menghadapi segala cobaan dan siap untuk membangun negeri ini," katanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Kapolri, Jenderal Pol. Prof. H. Tito Karnavian, Ph.D., Wakil Gubernur Riau Edy Nasution, Rektor Universitas Muhammadiyah Riau, Dr. H. Mubarak, M.Si, Kapolda Riau Irjen Pol. Drs. Widodo Eko Prihastopo, Kepala Pusat Pembinaan Mental (Kapusbintal) TNI, Laksma TNI Budi Siswanto, S.T., M.A.P., Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI, Marsma TNI M. Khairil Lubis, Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Panglima TNI, Brigjen TNI (Mar) Purnomo dan Wakil Asisten Perencana (Waasrena) Kasau, Marsma TNI Purwoko Aji Prabowo.

 ■ Rasyid/Penkostrad

Panglima TNI: Terima Kasih Atas Dedikasi Prajurit Mengatasi Karhutla di Riau


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Perjuangan para prajurit untuk memadamkan api yang telah membakar lahan dan hutan tidaklah mudah, karena dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang sangat besar.

“Terima kasih atas dedikasi prajurit yang luar biasa, tetap semangat untuk mengabdi”, kata Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kapolri, Jenderal Pol. Prof. H.M. Tito Karnavian. Ph.D. saat meninjau lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Rabu (13/3/2019).

Kedatangan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto ke Pulau Rupat merupakan yang kedua kalinya dalam tempo kurang dari satu bulan terakhir.  Dimana sebelumnya, pada 24 Februari 2019 lalu, Panglima TNI telah meninjau secara langsung ke lapangan dalam rangka melihat situasi Karhutla yang telah melahap sebagian besar lahan dan hutan di Pulau Rupat.

Untuk bisa sampai ke lokasi titik api, Panglima TNI beserta rombongan harus menggunakan kendaraan roda dua dengan menembus jalan bebatuan. Terlihat banyak titik-titik api yang telah dipadamkan oleh di tim Pasukan TNI-Polri.

Di hadapan awak media Panglima TNI mengatakan bahwa bahwa Tentara Nasional Indoensia telah mengirimkan bantuan untuk memadamkan Karhutla diantaranya 100 prajurit beserta perlengkapannya, Helikopter dan Pesawat untuk pengeboman air serta operasi modifikasi cuaca. “Sedangkan untuk penempatan prajurit TNI langsung ke lokasi titik api, guna memaksimalkan pemadaman”, ucapnya.

“Situasinya sekarang sangat berbeda ketika saya datang saat terjadi kabut asap,  saya lihat dari udara ada 8 titik api yang mengeluarkan asap, tapi yang terbesar ada di Rupat ini.  Tadi saya terbang, semua sudah hijau, tidak ada api dan asap sama sekali. Itu juga dibuktikan dengan pantauan satelit, juga tidak ada titik api”, tuturnya.

Panglima TNI mengharapkan kedepan  tetap terjaga seperti ini, karena kemungkinan-kemungkinan tetap ada bisa disebabkan alam dan bisa juga oleh manusia.  “Kita sangat senang begitu melihat dari udara situasi di wilayah ini hijau royo-royo, artinya subur tidak ada kebakaran, untuk itu mari kita jaga sama-sama”, katanya.

Selanjutnya dikatakan bahwa untuk menjaga kondisi hijau ini, akan diambil langkah-langkah dengan tetap menempatkan pasukan di sini untuk menjaga lahan gambut tetap basah. “Apabila terjadi lagi kebakaran kita laksanakan fire fighting dengan menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Hujan Buatan, kalau tidak mungkin kita gunakan pesawat untuk menggunakan penyiraman air”, ujarnya.

“Untuk itulah, pasukan dan peralatan yang sudah ada disini tetap standby, apalagi sebentar lagi memasuki musim kemarau”, pungkasnya.

Kegiatan peninjauan diakhiri dengan pemberian bantuan secara simbolis oleh Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri, Jenderal Pol. Tito Karnavian kepada Tim Satgas Karhutla.

■ Rasyid/Puspen TNI 

Jelang Pilpres Banyak Berita Hoaks, Ini Kata Panglima TNI


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Negara Indonesia adalah negara besar. Oleh karena itu, kebersamaan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa adalah kunci untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. di hadapan sekitar 1.850 jamaah terdiri dari para Alim Ulama, Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren serta Santri dan Santriawati, di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Kautsar Al Akbar, Jl. Pelajar No. 264, Medan Area, Sumatera Utara, Selasa malam (12/3/2019).

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa Negara Indonesia wilayahnya sangat luas, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, dan penuh dengan sumber daya alam yang melimpah. “Didalamnya bermacam-macam suku dan agama serta kaya dengan berbagai budaya yang indah”, ungkapnya.

“Hanya dengan pendidikan yang maju pula, kita dapat menjadi bangsa terkemuka dan maju. Oleh karena itu, kita harus mengisi ilmu dengan cara belajar untuk mengelola wilayah negara Indonesia yang luas ini”, ujarnya.

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menuturkan bahwa Pondok Pesantren adalah tempat samuderanya ilmu dan bukan hanya mengajarkan pengetahuan agama. “Ilmu-ilmu pengetahuan lain juga sangat penting dan berguna untuk membangun negeri ini”, ucapnya.

Di sisi lain Panglima TNI mengatakan bahwa saat ini berita maupun informasi yang tidak bertanggung jawab (hoax) hampir setiap hari diterima.  Kadang-kadang kita sendiri juga menjadi orang yang berkontribusi untuk menyampaikan berita tersebut, karena ingin menjadi citizen journalist atau pewarta warga. 

“Untuk itu, kita tidak boleh menerima berita-berita dengan mudah tanpa didukung fakta dan data yang akurat”, ujarnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, pada zaman dulu perang antar Negara menggunakan kekuatan bersenjata, masuk generasi kedua juga menggunakan kekuatan bersenjata, dan saat ini perang diserang dengan informasi. 

“Mari kita sama-sama menjaga keutuhan NKRI dengan tidak mudah terprovokasi dengan berita-berita hoax. Cerdas untuk dalam menyikapi berita tersebut”, tegasnya.

Tampak hadir pada acara tersebut, diantaranya Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon, KH Mustofa Aqil Siradj, Pengasuh Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar, KH. Buya Ali Akbar Marbun, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., Walikota Medan HT Dzulmi Eldin, para Tokoh Lintas Agama wilayah Sumatera Utara, Uskup Agung Medan, Ketua Walubi Medan dan Jamaah Batak Muslim Indonesia.

Ikut serta mendampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, diantaranya Kapolri, Jenderal Pol. Prof. H. Tito Karnavian, Ph.D., Kepala Pusat Pembinaan Mental (Kapusbintal) TNI, Laksma TNI Budi Siswanto, S.T., M.A.P., Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI, Marsma TNI M. Khairil Lubis, Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Panglima TNI, Brigjen TNI (Mar) Purnomo dan Wakil Asisten Perencana (Waasrena) Kasau, Marsma TNI Purwoko Aji Prabowo.

 ■ Rasyid/Puspen TNI
© Copyright 2018 MERDEKA POS | All Right Reserved