NASIONAL

Monday, April 1, 2019

Pemred Pos Metro Dianiaya dengan Kursi, SPRI Minta Polisi Tangkap Bandar Judi Tembak Ikan

Pemimpin Redaksi Pos Metro Dihantam Kursi, SPRI Minta Polisi Tangkap Bandar Judi Tembak Ikan

SUARAMERDEKA.co.id ■ Nasib naas kembali menimpa seorang jurnalis bernama Budi Hariadi, Pemimpin Redaksi Harian Pos Metro (Jawa Pos Grup) Medan.

Budi yang akrab disapa Budenk ini menjadi korban penganiayaan dan penyiksaan orang suruhan oknum Pengusaha Ationg, yang diduga pemilik bandar judi tembak ikan, yang beralamat di Jalan Veteran Simpang Helvetia Komplek Brayan Trade Center, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Sumatera Utara, Kamis (28/03) siang.

Peristiwa bermula saat wartawan Pos Metro ini hendak mengkonfirmasi usaha yang diduga sebagai bagian dari aktivitas perjudian berbentuk tembak ikan.

Meski kehadirannya telah diketahui sebagai seorang wartawan, serta diminta menunjukan kartu tanda pengenalnya, namun upaya tersebut berujung penganiayaan.

“Mau apa ?,” tanya seseorang yang diyakini Budi sebagai pemilik perjudian di lokasi tersebut.

Lantas Budi pun memberikan jawaban selayaknya seorang jurnalis.

“Aku mau nanya-nanya mengenai usaha kita ini, aku pers nya,” jawab Budi. Kedatangan Budi Hariadi di Komplek Brayan Trade Center ini dianggap sang pengusaha telah mengusik usaha yang diduga sebagai areal perjudian.

Budi lantas dipertemukan dengan empat orang yang berada di kantin dalam areal tersebut, seraya menunjukan kartu persnya. Lalu, salah satu dari keempat orang ini menanyakan alasan kedatangan Budi.

Korban yang bertujuan mengkonfirmasi terkait usaha para pelaku yang diduga judi ini langsung diberi peringatan oleh salah seorang karyawan.

“Sempat ada pa-apa dengan usaha ini, ku habisi kau,” ancam pelaku penganiayaan.

Karena mendapat ancaman dari para pelaku, korban pun pamit keluar dari areal Komplek Brayan Trade Center.

Pada saat korban berjalan keluar dari areal itu, korban pun sempat mendokumentasikan areal yang disinyalir sebagai lokasi judi. Seketika ia langsung dicegat dan dianiaya oleh empat pelaku yang sigap dan membuntuti korban.

Penganiayaan terhadap korban pun terjadi berulang kali menggunakan kursi (bangku kayu), hingga korban tidak berdaya.

Akibat insiden tersebut korban telah membuat laporan polisi ke Polsek Medan Labuhan dengan nomor STPLP /198/III/2019/SU/PEL-BLW/SEK-MEDAN LABUHAN, tertanggal 28 Maret 2019, pukul. 22 WIB.

Sementara itu, melalui siaran pers yang diterima redaksi, Senin (1/4/2019), Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Provinsi Sumatera Utara, Devis Karmoy, mendesak agar Polda Sumut segera menangkap pelaku. Kejadian main hakim ini, telah mencoreng kebebasan pers yang dijamin Undang-undang (UU) dan melecehkan negara.

Berdasarkan penjelasan korban dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Pengaduan (STPLP) Polsek Medan Labuhan menyebutkan, tujuan kehadiran korban ke lokasi tersebut hendak mengonfirmasi dugaan aktivitas perjudian tembak ikan modus gelanggang permainan yang santer dibicarakan warga dan meresahkan. Namun kedatangan Budi yang sedang meliput sebagaimana dilindungi Pasal 4 ayat (3) Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers ini dikhianati Ationg dan tujuh penjaganya.

DPD SPRI Sumatera Utara juga meminta semua lapisan masyarakat menghargai pekerja pers sebagai insan yang menjalankan profesinya sesuai Undang-Undang. Selain itu, SPRI juga mendesak aparat kepolisian lebih peduli terhadap keluhan masyarakat terkait lokasi yang kerap dijadikan sebagai tempat perjudian.

"Meminta para tokoh masyarakat, agama dan pemuda untuk perang terhadap praktik perjudian yang melibatkan oknum aparat negara," kata Devis Karmoy.

Terpisah, Kapolsek Labuhan melalui Kanit Reskrim Iptu Bonar Pohan menjelaskan pihaknya telah memeriksa saksi-saksi. Sementara Ombudsman menyampaikan akan mengontrol perjalanan kasus ini. (rls/R-01)

Monday, March 18, 2019

Polisi Benarkan 3 Orang Diamankan Saat Ikuti Apel Kebangsaan di Semarang


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Meskipun mendapat kritik dari berbagai pihak Gubernur Jawa Tengah tetap menggelar Apel Kebangsaan yang menghabiskan dana 18 Miliar dari APBD Jawa Tengah.

Meskipun faktanya Jawa Tengah adalah runner up jumlah penduduk miskin tertinggi se Indonesia namun tidak menyurutkan langkah Pemprov menghamburkan uang rakyat untuk apel ini.

Apel Kebangsaan sendiri berjalan sesuai rencana menghadirkan beberapa tokoh dan diikuti peserta yang justru terlihat didominasi penggemar band Slank.

Bukannya ikut mendengarkan ceramah atau membaca deklarasi damai, para remaja yang mengaku sebagai Slankers ini justru mabuk-mabukan di area Simpang Lima Semarang, tempat dilaksanakannya Apel Kebangsaan ‘Kita Merah Putih’, Minggu (17/3/2019).

Polisi di posko pengamanan yang mendapat laporan pun menciduk para remaja ini.

Beberapa di antaranya melarikan diri, tiga sisanya ditangkap petugas gabungan baik polisi maupun Satpol PP.

Dalam kondisi mabuk, ketiganya dibawa ke Posko Pengamanan Apel Kebangsaan.

Para remaja yang masih di bawah umur ini diinterograsi petugas.

Bukannya takut, seorang di antaranya justru lantang menjawab dirinya mabuk.

“Iya Pak, mabuk,” kata remaja tersebut.

Alasan mereka mabuk pun bikin polisi geleng kepala.

Mereka sengaja mabuk-mabukan agar lebih enak bergoyang saat grup band Slank membawakan lagu.

“Kami Slankers, Pak. Jadi harus mabuk dahulu sebelum joget. Biar enak jogetnya,” katanya.

Ketiga remaja yang mengaku berasal dari Kecamatan Semarang Tengah ini sudah menenggak minuman keras berjenis ciu sebelum tiba di Lapangan Simpang Lima Kota Semarang.

“Tadi saya bawa dua botol ciu, diminum waktu naik bus ke sini. Sisanya diminum sama teman-teman di lapangan tadi,” ujarnya.(tribunnews/sp)

 

Sunday, March 17, 2019

TNI Salurkan Bantuan Ribuan Keramik Untuk Warga Pekalongan


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilaksanakan setiap tahun di seluruh wilayah Indonesia, menyalurkan bantuan berupa ribuan keramik untuk pembangunan bedah rumah warga, Masjid dan Madrasah.

Pada program TMMD kali ini, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menyumbangkan sekitar 10.000 m2 keramik bagi warga masyarakat yang berada di Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (16/3/2019).

Penyaluran bantuan keramik oleh Prajurit TNI di Pekalongan tersebut, meliputi pembangunan 258 rumah warga (5.312 dus), 27 Masjid (2.410 dus) dan 26 Madrasah (2.304 dus).

“Mudah-mudahan bantuan keramik ini dapat bermanfaat bagi warga masyarakat Pekalongan yang membutuhkan, dan prajurit TNI siap membantu dalam membedah pembangunan baik rumah, Masjid maupun Madrasah,” kata Panglima TNI.

Bantuan keramik yang disalurkan oleh TNI tersebut, merupakan hibah dari PT Arwana Citramulia Tbk, sebanyak 35.000 m2 yang diserahkan secara langsung oleh Direktur Utama PT Arwana Citramulia Tbk., Tandean Rustandy kepada Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, di Mabes TNI, Cilangkap, kemarin.

■ Rasyid/Penkostrad

Friday, March 15, 2019

Pengurangan Anggaran UN Berpengaruh Terhadap Pasukan Perdamaian PBB


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Penasehat Militer Perwakilan Tetap Republik Indonesia (Penmil PTRI) untuk PBB di New York, Amerika Serikat, Brigjen TNI Fulad, S.Sos, M.Si, beberapa waktu lalu menghadiri sidang Military Staff Committee (MSC) Dewan Keamanan PBB, bertempat di Markas Besar PBB, New York.

Sidang dihadiri oleh 15 Negara-Negara Anggota Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020 yakni Amerika Serikat, Rusia, China, United Kingdom, France, Indonesia, German, Peru, South Africa, Poland, Belgium, Dominican Republic, Kuwait, Equatorial Guinea dan Cote D’Ivore.

Pada sidang tersebut dibahas tentang kebutuhan anggaran yang besar dalam operasi Pemelihara Perdamaian PBB yang tersebar di 38 wilayah operasi dan di 30 Negara Misi United Nations (UN).  Kebutuhan anggaran selain untuk operasional Pasukan PBB juga untuk kebutuhan housing, transportasi udara, biaya transportasi darat, biaya transportasi laut, rotasi pasukan, untuk kebutuhan BBM, kebutuhan air minum, medical support unit dan lainnya.

Military Staff Committee membahas kebutuhan biaya penggelaran operasi Pemelihara Perdamaian PBB yang memerlukan anggaran tinggi mencapai $ 6.8bn, anggaran tersebut didapat dari iuran negara-negara yang tergabung dalam anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa.  Hal ini menjadi sangat penting mengingat saat ini PBB mengurangi anggaran yang cukup signifikan, sehingga berdampak pada hampir seluruh Misi PBB yang digelar di belahan dunia.

Hal yang sangat krusial dengan pengurangan anggaran PBB yakni penutupan Misi UNAMID di Darfur – Sudan yang sudah dimulai pada Desember 2018 dan akan ditutup permanen pada Juni 2019. Dengan penutupan Misi UNAMID maka tanggung jawab keamanan diserahkan kepada Pemerintah Sudan untuk dapat mengelola keamanan dan melanjutkan proses rekonsiliasi yang masih terus berlangsung.

Pada kesempatan tersebut, Penmil PTRI untuk PBB, Brigjen TNI Fulad menyampaikan bahwa proses rekonsiliasi harus terus berjalan dan kemanan yang sudah berhasil disepakati dapat ditingkatkan sehingga akan membawa perdamaian yang abadi di Sudan.

Dijelaskan pula bahwa Indonesia tergabung dalam proses perdamaian di Sudan, dimana TNI telah mengirimkan prajuritnya yang tergabung dalam Kontingen Garuda ke UNAMID sejumlah 800 orang, Artinya bahwa Prajurit Kontingen Garuda telah ikut andil dalam memberikan rasa aman dan damai di Sudan dalam rangka mengamankan penduduk di Negara yang dilanda konflik dan membantu meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.

“Saat ini Kontingen Garuda (Konga) Indonesia sedang melaksanakan tugas di sembilan Misi United Nations Peacekeeping Operations (UNPKO) yang tersebar mulai dari Asia, Timur Tengah dan Afrika yang berjumlah 3.334 personel”, ungkapnya.

■ Rasyid/Puspen TNI 

Di Kota Padang, Panglima TNI Silaturahmi Dengan 500 Rektor dan Dosen Se-Indonesia


SUARAMERDEKA.CO.ID ■  Dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Kota Padang, Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., menyempatkan diri melaksanakan silaturahmi dengan 500 Rektor dan Dosen se-Indonesia, bertempat di Universitas Negeri Padang (UNP), Jl. Prof. Dr. Hamka Air Tawar, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (14/3/2019).

Ikut serta dalam rombongan Panglima TNI diantaranya, Kapolri, Jenderal Pol. Prof. H. Tito Karnavian, Ph.D., Kepala Pusat Pembinaan Mental (Kapusbintal) TNI, Laksma TNI Budi Siswanto, S.T., M.A.P., Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI, Marsma TNI M. Khairil Lubis, Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Panglima TNI, Brigjen TNI (Mar) Purnomo dan Wakil Asisten Perencana (Waasrena) Kasau, Marsma TNI Purwoko Aji Prabowo.

Sebelum berkunjung ke Universitas Negeri Padang, Panglima TNI terlebih dahulu memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) dan sambangi Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Yaqin.

Dalam acara silaturahmi tersebut, Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menerima penghargaan dari Universitas Negeri Padang yang diserahkan secara langsung oleh Rektor (UNP) Prof. Ganefri, Ph.D., dilanjutkan foto bersama.

Tampak hadir pada acara tersebut diantaranya, Gubernur Sumatera Barat Prof.  Irwan Prayitno., M.Sc. Psi., Kapolda Sumbar Irjen Pol. Drs. Fahrizal, M.Hum, Wakil Rektor 1 UNP Yunia Wardi, Wakil Rektor 2 UNP Ir. Syahri, Ph.D., Wakil Rektor 3 UNP Prof. Ardipal dan Wakil Rektor UNP Prof Syahrial.

■ Rasyid/Puspen TNI

Thursday, March 14, 2019

Era Revolusi industri 4.0 Dibutuhkan Peran Pemuda yang Tangguh


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. memberikan kuliah umum di hadapan sekitar 500 mahasiswa dan Civitas Akademi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) dengan materi “Peran Pemuda dan Mahasiswa Dalam Merawat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Di Era Revolusi Industri 4.0”, bertempat di Gedung K.H. Ahmad Dahlan, UMRI, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Rabu (13/3/2019).

Dalam kuliah umumnya, Panglima TNI menyampaikan bahwa revolusi industri 4.0. adalah sebuah era yang diwarnai dengan berbagai kemajuan teknologi dengan kecepatan yang mengagumkan. “Bahkan kemajuan teknologi tersebut diwarnai dengan berbagai disrupsi-disrupsi yang di satu sisi membawa manfaat, namun di sisi lain menimbulkan paradox," ucapnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi membawa kemudahan bagi masyarakat, dalam berkomunikasi serta bersosialisasi dengan berbagai komunitas di berbagai belahan dunia, dengan hampir tanpa batas dan tanpa hambatan.

Ditambahkan pula bahwa perkembangan teknologi yang sangat pesat terjadi di bidang lain, seperti teknologi siber, transportasi, biomolekular, fisika kuantum, eksplorasi angkasa, eksplorasi bawah laut, dan tentu saja teknologi militer.  “Perkembangan teknologi yang sedemikian pesat membawa pengaruh yang luar biasa pada tata kehidupan bermasyarakat dan bernegara," katanya.

“Perkembangan teknologi membawa perubahan dalam pola komunikasi, pola sosialisasi, pola bisnis dan lain-lain yang seolah-olah saat ini kita hidup dalam dunia yang tanpa batas. Kecepatan perubahan bahkan mengalahkan kecepatan kita dalam memahami perubahan itu sendiri," tuturnya.

Panglima TNI mengatakan bahwa dalam menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0 ini, dibutuhkan peran pemuda dan mahasiswa yang memiliki intelektualitas tinggi, konektivitas luas, dan sekaligus mentalitas kebangsaan yang tangguh.

‘Saya berkeyakinan universitas-universitas itu center of excellence tempat orang-orang pintar, tempatnya orang-orang dididik menjadi orang-orang yang tangguh dalam menghadapi segala cobaan dan siap untuk membangun negeri ini," katanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Kapolri, Jenderal Pol. Prof. H. Tito Karnavian, Ph.D., Wakil Gubernur Riau Edy Nasution, Rektor Universitas Muhammadiyah Riau, Dr. H. Mubarak, M.Si, Kapolda Riau Irjen Pol. Drs. Widodo Eko Prihastopo, Kepala Pusat Pembinaan Mental (Kapusbintal) TNI, Laksma TNI Budi Siswanto, S.T., M.A.P., Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI, Marsma TNI M. Khairil Lubis, Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Panglima TNI, Brigjen TNI (Mar) Purnomo dan Wakil Asisten Perencana (Waasrena) Kasau, Marsma TNI Purwoko Aji Prabowo.

 ■ Rasyid/Penkostrad

Panglima TNI: Terima Kasih Atas Dedikasi Prajurit Mengatasi Karhutla di Riau


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Perjuangan para prajurit untuk memadamkan api yang telah membakar lahan dan hutan tidaklah mudah, karena dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang sangat besar.

“Terima kasih atas dedikasi prajurit yang luar biasa, tetap semangat untuk mengabdi”, kata Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kapolri, Jenderal Pol. Prof. H.M. Tito Karnavian. Ph.D. saat meninjau lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Rabu (13/3/2019).

Kedatangan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto ke Pulau Rupat merupakan yang kedua kalinya dalam tempo kurang dari satu bulan terakhir.  Dimana sebelumnya, pada 24 Februari 2019 lalu, Panglima TNI telah meninjau secara langsung ke lapangan dalam rangka melihat situasi Karhutla yang telah melahap sebagian besar lahan dan hutan di Pulau Rupat.

Untuk bisa sampai ke lokasi titik api, Panglima TNI beserta rombongan harus menggunakan kendaraan roda dua dengan menembus jalan bebatuan. Terlihat banyak titik-titik api yang telah dipadamkan oleh di tim Pasukan TNI-Polri.

Di hadapan awak media Panglima TNI mengatakan bahwa bahwa Tentara Nasional Indoensia telah mengirimkan bantuan untuk memadamkan Karhutla diantaranya 100 prajurit beserta perlengkapannya, Helikopter dan Pesawat untuk pengeboman air serta operasi modifikasi cuaca. “Sedangkan untuk penempatan prajurit TNI langsung ke lokasi titik api, guna memaksimalkan pemadaman”, ucapnya.

“Situasinya sekarang sangat berbeda ketika saya datang saat terjadi kabut asap,  saya lihat dari udara ada 8 titik api yang mengeluarkan asap, tapi yang terbesar ada di Rupat ini.  Tadi saya terbang, semua sudah hijau, tidak ada api dan asap sama sekali. Itu juga dibuktikan dengan pantauan satelit, juga tidak ada titik api”, tuturnya.

Panglima TNI mengharapkan kedepan  tetap terjaga seperti ini, karena kemungkinan-kemungkinan tetap ada bisa disebabkan alam dan bisa juga oleh manusia.  “Kita sangat senang begitu melihat dari udara situasi di wilayah ini hijau royo-royo, artinya subur tidak ada kebakaran, untuk itu mari kita jaga sama-sama”, katanya.

Selanjutnya dikatakan bahwa untuk menjaga kondisi hijau ini, akan diambil langkah-langkah dengan tetap menempatkan pasukan di sini untuk menjaga lahan gambut tetap basah. “Apabila terjadi lagi kebakaran kita laksanakan fire fighting dengan menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Hujan Buatan, kalau tidak mungkin kita gunakan pesawat untuk menggunakan penyiraman air”, ujarnya.

“Untuk itulah, pasukan dan peralatan yang sudah ada disini tetap standby, apalagi sebentar lagi memasuki musim kemarau”, pungkasnya.

Kegiatan peninjauan diakhiri dengan pemberian bantuan secara simbolis oleh Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri, Jenderal Pol. Tito Karnavian kepada Tim Satgas Karhutla.

■ Rasyid/Puspen TNI 

Jelang Pilpres Banyak Berita Hoaks, Ini Kata Panglima TNI


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Negara Indonesia adalah negara besar. Oleh karena itu, kebersamaan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa adalah kunci untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. di hadapan sekitar 1.850 jamaah terdiri dari para Alim Ulama, Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren serta Santri dan Santriawati, di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Kautsar Al Akbar, Jl. Pelajar No. 264, Medan Area, Sumatera Utara, Selasa malam (12/3/2019).

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa Negara Indonesia wilayahnya sangat luas, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, dan penuh dengan sumber daya alam yang melimpah. “Didalamnya bermacam-macam suku dan agama serta kaya dengan berbagai budaya yang indah”, ungkapnya.

“Hanya dengan pendidikan yang maju pula, kita dapat menjadi bangsa terkemuka dan maju. Oleh karena itu, kita harus mengisi ilmu dengan cara belajar untuk mengelola wilayah negara Indonesia yang luas ini”, ujarnya.

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menuturkan bahwa Pondok Pesantren adalah tempat samuderanya ilmu dan bukan hanya mengajarkan pengetahuan agama. “Ilmu-ilmu pengetahuan lain juga sangat penting dan berguna untuk membangun negeri ini”, ucapnya.

Di sisi lain Panglima TNI mengatakan bahwa saat ini berita maupun informasi yang tidak bertanggung jawab (hoax) hampir setiap hari diterima.  Kadang-kadang kita sendiri juga menjadi orang yang berkontribusi untuk menyampaikan berita tersebut, karena ingin menjadi citizen journalist atau pewarta warga. 

“Untuk itu, kita tidak boleh menerima berita-berita dengan mudah tanpa didukung fakta dan data yang akurat”, ujarnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, pada zaman dulu perang antar Negara menggunakan kekuatan bersenjata, masuk generasi kedua juga menggunakan kekuatan bersenjata, dan saat ini perang diserang dengan informasi. 

“Mari kita sama-sama menjaga keutuhan NKRI dengan tidak mudah terprovokasi dengan berita-berita hoax. Cerdas untuk dalam menyikapi berita tersebut”, tegasnya.

Tampak hadir pada acara tersebut, diantaranya Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon, KH Mustofa Aqil Siradj, Pengasuh Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar, KH. Buya Ali Akbar Marbun, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., Walikota Medan HT Dzulmi Eldin, para Tokoh Lintas Agama wilayah Sumatera Utara, Uskup Agung Medan, Ketua Walubi Medan dan Jamaah Batak Muslim Indonesia.

Ikut serta mendampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, diantaranya Kapolri, Jenderal Pol. Prof. H. Tito Karnavian, Ph.D., Kepala Pusat Pembinaan Mental (Kapusbintal) TNI, Laksma TNI Budi Siswanto, S.T., M.A.P., Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI, Marsma TNI M. Khairil Lubis, Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Panglima TNI, Brigjen TNI (Mar) Purnomo dan Wakil Asisten Perencana (Waasrena) Kasau, Marsma TNI Purwoko Aji Prabowo.

 ■ Rasyid/Puspen TNI

Wednesday, March 13, 2019

Latih Satuan Polisi Pamong Praja di Puncak Jaya, Ini yang Dilakukan Satgas Pamrahwan


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) Kabupaten Puncak Jaya Yonif Mekanis Raider 412 Kostrad melaksanakan kegiatan pembinaan teritorial aspek pembinaan perlawanan wilayah (Binwanwil). Kegiatan tersebut berupa pelatihan peraturan baris-berbaris (PBB) kepada anggota Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya. Senin, (11/03/2019).

Dalam melaksanakan salah satu tugas pokok pembinaan teritorial, satgas memedomani definisi Binwanwil, yaitu suatu cara pembinaan untuk menumbuhkan, meningkatkan  dan memantapkan kesadaran bela negara dalam  penyiapan wilayah pertahanan di darat melalui penyusunan Tata Ruang Kewilayahan, Pembinaan Sumber Daya Alam dan Buatan (SDAB), Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana prasarana bagi kepentingan pertahanan negara aspek darat.

Perwira Hukum (Pakum) Satgas Pamrahwan Yonif Mekanis Raider 412 Kostrad, Letda Chk Danang Setiyadi,S.H. melakukan komunikasi dengan Kasatpol Pamong Praja Pemkab. Puncak Jaya, bapak Herman Wamma untuk merencanakan kegiatan pelatihan dasar peraturan baris-berbaris tersebut. Kegiatan ini sangat mendasari pembentukan karakter dalam membangun kesadaran bela negara.

“Selama ini anggota kami belum pernah mendapatkan pelatihan yang bersifat menanamkan kedisiplinan dan kemampuan dasar sebagai personel penegak peraturan daerah, kami sangat berterima kasih yang telah berinisiasi memberikan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB)," ungkap bapak Herman.

■ Rasyid/Penkostrad

Monday, March 11, 2019

Panglima TNI Pimpin Tactical Floor Game Pengamanan Pemilu 2019


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. memimpin pelaksanaan Tactical Floor Game (TFG) kesiapsiagaan pengamanan Pemilu Legislatif dan pemilihan Presiden tahun 2019, yang diikuti oleh seluruh Panglima Komando Utama (Pangkotama) TNI di Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (11/3/2019).

Pada kegiatan tersebut, Panglima TNI didampingi oleh Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto, Irjen TNI Letjen TNI M. Herindra, M.A., M.Sc, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Anjar Wiratma, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., Aslog Panglima TNI Marsda TNI Kukuh Sudibyanto, Askomlek Panglima TNI Laksda TNI Lutfi Syaefullah, S.H., M.M., M.M.D.S., Kabais TNI Mayjen TNI Kisenda Wiranata Kusuma, M.A. dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi.

Panglima TNI menyampaikan bahwa dalam rangka kesiapsiagaan pengamanan Pemilu 2019, TNI akan mengerahkan seluruh personel dan kekuatan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista), baik TNI AD, TNI AL dan TNI AU. “Untuk itu, selalu adakan koordinasi satu sama lain termasuk dengan Polri”, ucapnya.

Ditambahkan pula bahwa mulai saat ini, para Pangkotamaops harus terus memonitor secara aktif terkait update situasi serta kemungkinan adanya ancaman di wilayah masing-masing. “Terus ikuti perkembangan situasi di wilayahnya masing-masing dan perkembangan situasi tersebut harus dilaporkan kepada komando atas”, ujarnya.

Menurut Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bahwa Pesta Demokrasi tahun 2019 ini sangat kompleks terhadap kemungkinan gangguan. “Untuk itu, kita harus siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi pada saat proses, pelaksanaan maupun hasil dari Pemilu Legislatif dan pemilihan Presiden tahun 2019”, tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa kegiatan TFG ini harus dipaparkan dengan detail tentang tugas dan tanggung jawab semua prajurit dengan benar, yang terlibat pada pelaksanaan pengamanan Pemilu Legislatif dan pemilihan Presiden tahun 2019 agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar, tertib dan aman.

Panglima TNI meminta kepada semua unsur yang terlibat untuk menyimak dan memberikan saran masukan pada pelaksanaan TFG agar lebih sempurna, sehingga pada saat pelaksanaan Pemilu, apabila terjadi sesuatu dapat mengatasinya sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.

“Para Pangkotamaops jajaran TNI di seluruh daerah, agar melaksanakan TFG kesiapsiagaan pengamanan Pemilu 2019”, katanya.

■ Rasyid/Puspen TNI

Thursday, March 7, 2019

Angka Putus Sekolah di Jabar Butuh Perhatian Pemprov Jawa Barat


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Angka putus sekolah di Provinsi Jawa Barat tercatat selama 2018 hingga November mencapai 37.971 siswa, angka tersebut merupakan akumulasi dari angka putus sekolah SD, SMP, SMA, dan SMK di Provinsi Jawa Barat. Anak yang putus sekolah SD mencapai 5.627 siswa, SMP mencapai 9.621 siswa, SMA mencapai 5.403 dan yang terparah adalah siswa SMK yang sebanyak 17.320 siswa putus sekolah.

Menurut Lembaga Kaki Publik (Lembaga Kajian dan Analisis Keterbukaan Informasi Publik), Angka tersebut sangat mengkhawatirkan, terlebih jika Pemprov Jabar hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, karena pendidikan seharusnya menjadi program prioritas Pemerintah yang didalamnya terdapat nasib keberlanjutan bernegara dan berbangsa.

Keadaan tersebut diperparah dengan keadaan Provinsi Jawa Barat yang menjalankan kebijakan siswa SMA maupun sederajat harus membayarkan SPP ke sekolah setiap bulan, karena minimnya Subsidi Dana Bantuan Operasional Sekolah dari Pemprov Jabar. Maka, menurut Kaki Publik, angka putus sekolah tersebut menjadi sesuatu yang harusnya menjadi perhatian bagi Pemprov Jawa Barat.

Minimnya kesejahteraan masyarakat Jawa Barat menjadi masalah utama bagi meningkatnya angka putus sekolah, Kaki Publik mencatat, masih banyak anak didik yang berada di garis kemiskinan. Karena di Provinsi Jawa Barat, yang menerima dana Program Indonesia Pintar mencapai 1.912.846 siswa.

Dari penerima program Indonesia Pintar tersebut, siswa SD di Provinsi Jawa Barat mencapai angka paling tinggi sebanyak 968.499 siswa, sedangkan SMP mencapai hingga 531.945 siswa, SMA mencapai 123.551 siswa, dan siswa SMK mencapai 297.851 siswa yang mendapatkan program Indonesia Pintar.

Menurut Kaki Publik, sudah seharusnya Pemprov Jawa Barat memfokuskan kebijakan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, bukan hanya fokus membangun infrastruktur di bagian-bagian yang tidak memiliki manfaat langsung bagi keberlangsungan dunia pendidikan dan terutama pada siwa yang berada di bawah garis kemiskinan di Jawa Barat.

Kaki Publik menilai infrastruktur di Jawa Barat pun sejauh ini tidak merata, lihat saja kabupaten Bekasi yang hanya didatangi pada saat kampanye pilkada, namun nasibnya juga tidak kunjung membaik. Yang terlihat justru sekolah-sekolah yang rusak parah, yang berakibat pada terganggunya proses belajar-mengajar di sekolah.

Adri Zulpianto
Direktur Lembaga Kaki Publik
(Lembaga Kajian dan Analisis Keterbukaan Informasi Publik)

Kasum TNI Laksanakan Courtesy Call Dengan Pangab Singapura


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto  mewakili Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., melaksanakan courtesy call  kepada Panglima Angkatan Bersenjata Singapura Letjen Melvyn Ong, PPA (P) bertempat di Royal Cliff Hotel, Pattaya, Thailand, Rabu (6/3/2019).

Kunjungan kehormatan dilaksanakan dalam rangka meningkatkan hubungan dan kerja sama antara kedua angkatan bersenjata yang dapat memberikan kontribusi positif bagi kedua negara.

Kunjungan kehormatan Kasum  TNI tersebut  dilaksanakan dalam  rangkaian kegiatan menghadiri Sidang ke-16 ASEAN Chiefs of Defence Forces Meeting (ACDFM)di Thailand.

■ Rasyid/Puspen TNI


Wednesday, March 6, 2019

Makmurkan Masjid, Kapolrestabes Medan Gelar Safari Sholat Subuh Berjamaah


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Kapolrestabes Medan Kombes Pol.DR.Dadang Hartanto bersama Team 23 melakukian giat Sholat Subuh berjamaah dan menyapa subuh bersama warga Komplek Pondok Surya di Mesjid Al Ikhlas, kelurahan Helvetia Timur, kecamatan Medan Helvetia pada Rabu (06/03/2019).

Kehadiran Kapolrestabes Medan bersama Team 23 Sholat Subuh di Mesjid Al Ikhlas di sambut Ketua Yayasan Al Ikhlas Komplek Pondok Surya dan Bapak H.Amri Nasution Kepala Bidang Peribadatan dan Dakwah Yayasan Al Ikhlas serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat yang turut hadir dalam Sholat Subuh berjamaah.

Usai kegiatan Sholat Subuh, Kapolrestabes Medan sempat berkomunikasi dengan beberapa Jamaah Masjid Al Ikhlas Komplek Pondok Surya, kelurahan Helvetia Timur, kecamatan Medan Helvetia.

Kapolrestabes Medan menerangkan maksud dari kegiatan sholat subuh ini, hanya semata-mata untuk beribadah yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu tentunya bisa bersilahturahmi langsung dengan warga mashyarakat.

"Program kami memakmurkan Masjid yaitu dengan cara Sholat Subuh Berjamaah, Maghrib Mengaji dan Jum'at Barokah yang mana, kami laksanakan serentak di setiap hari Jum'at di jajaran Polrestabes Medan dan untuk mendapatkan Ridho Allah SWT dan bersilaturahmi kepada warga, sekaligus menyampaikan informasi yang berkembang saat ini," kata Dadang.

Sholat Subuh Berjamaah, imbuh Kapolrestabes, bagi Personil Kepolisian bertujuan untuk membangun personil yang memiliki keimanan dan ketaqwaan yang kuat, sehingga dalam pelaksanaan tugas dapat terkontrol dengan baik serta dapat melayani masyarakat dan menjadi contoh suri tauladan di mata masyarakat.

"Inilah cara kami memakmurkan Masjid, agar semakin banyak yang datang, dengan harapan berjuang menebar kebaikan dan bersilaturahmi dengan masyarakat," pungkasnya.

■ Aini Halim

Panglima TNI: Berita Hoax Melemahkan Moral Anak Bangsa


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Siswa-siswi SMA Taruna Nusantara yang memliki keunggulan karakter jangan mudah mempercayai berita-berita hoax, apalagi  sampai menjadi citizen journalism atau pewarta warga bagi berita-berita hoax.  Berita-berita hoax itu akan melemahkan moral anak bangsa dengan tujuan untuk memecah belah bangsa.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat memberikan pembekalan kepada 367 siswa dan siswi SMA Taruna Nusantara Kelas XI, bertempat di Gedung Serba Guna Suharnoko Harbani Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (5/3/2019).

Panglima TNI mengatakan bahwa apabila moral bangsa sudah lemah maka Indonesia pasti akan menuju kehancuran.  Oleh sebab itu, persatuan dan kesatuan bangsa sebagai salah satu karakter bangsa harus kuat dan jangan mudah dipengaruhi oleh berita-berita yang tidak bertanggungjawab (hoax).

“Apabila kita mudah menerima informasi-informasi yang tidak benar, maka karakter moral kita sudah terganggu. Kita tidak boleh menerima informasi dengan mudah tanpa didukung fakta dan data yang akurat”, tegasnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, SMA Taruna Nusantara berbeda dengan sekolah lainnya.  Di SMA Taruna Nusantara, para siswa dan siswi dididik dengan disiplin yang tinggi serta mampu memilih dan memilah informasi.  “Saya yakin karakter yang di bentuk SMA Taruna Nusantara ini adalah karakter yang unggul”, katanya.

Selanjutnya Panglima TNI mengatakan bahwa dengan terbentuknya karakter, lulusan  SMA Taruna Nusantara sudah berkiprah dan telah menunjukan kerja yang sangat baik dan berprestasi. “Saya yakin kalian semua juga ingin mengikuti senior-senior kalian”, ucapnya.

“Saat ini mereka yang menjadi TNI sudah berpangkat Kolonel dan banyak yang menjadi Atase Pertahanan serta duduk di tempat-tempat yang strategis,” ungkapnya.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengharapkan siswa dan siswi SMA Taruna Nusantara bisa mencontoh senior-senior lulusan SMA Taruna Nusantara untuk berbuat yang terbaik.  “NKRI tanpa ada sumber daya manusia yang tangguh dan unggul tidak akan bisa cepat maju, apalagi tahun 2045 mendatang Indonesia sudah mencanangkan Indonesia Emas”, tuturnya.

“Kalian semua yang mengawaki dan akan mendorong Indonesia menjadi hebat, dengan ekonomi yang tinggi untuk menyongsong masa depan Indonesia Emas,” harapnya.

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Agung Prasetiawan, M.A.P., Aspers Panglima TNI Marsda TNI Dedy Permadi, S.E., M.M.D.S., Aster Panglima TNI Mayjen TNI George Elnadus Supit, S.Sos., Askomlek Panglima TNI Laksda TNI Lutfi Syaefullah, S.H., M.M., M.M.D.S., dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi.

■ Rasyid/Puspen TNI

Tuesday, March 5, 2019

Kunjungi Hifzul Mursalin Tasikmalaya, Brigif Raider 13 Kostrad Bagikan Sembako


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-58 Kostrad, prajurit bersama Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XI Brigif Raider 13 Kostrad melaksanakan kegiatan bakti sosial anjangsana dan pembagian sembako kepada Yayasan Hifzul Mursalin di Ds. Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Tasikmalaya, Senin (04/03/2019).

Danbrigif Raider 13 Kostrad Kolonel Inf Khabib Mahfud S.I.P yang diwakili Kasbrigif Raider 13 Kostrad Letkol Inf Ryzaldy ST S,Sos. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-58 Kostrad yang merupakan kegiatan rutin anggota Brigif Raider 13 Kostrad dimana Yayasan Hifzul Mursalin ini merupakan salah satu yayasan yang dibangun oleh Satuan Brigif Raider 13 Kostrad.

"Melalui kesempatan baik ini kami dari satuan Brigif Raider 13 Kostrad minta do'anya agar diberikan keselamatan dan kelancaran kepada satuan kami yang sedang melaksanakan tugas diantaranya satuan Yonif Raider 321 Kostrad melaksanakan Satgas Pengamanan daerah rawan Papua dan Yonif Raider 303 Kostrad yang akan melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI-Malaysia," pungkasnya.

Selain itu kegiatan anjangsana dan pembagian sembako ini merupakan bentuk kepedulian anggota dan Persit KCK Brigif Raider 13 Kostrad dan berharap bisa membantu sebagian kebutuhan yang ada di Yayasan Hifzul Mursalin ini.

Antusias dan sambutan yang baik dari Yayasan Hifzul Mursalin terhadap kegiatan ini karena merasa diperhatikan dan berharap agar hubungan baik antara anggota dan Persit KCK Cab. XI Brigif Raider 13 Kostrad dapat selalu terjaga.

■ Rasyid/Penkostrad

Monday, March 4, 2019

Jelang Pilpres, UAS Ajak Umat Islam 17 April Jangan Tidur Sampai Dzuhur


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Tabligh Akbar "Merajut Ukhuwah Islamiyah" bersama Ustadz Abdul Somad, Lc, MA digelar di Bukittinggi - Agam pada 3 Maret 2019.

Dalam kesempatan itu, Ustadz Abdul Somad mengajak seluruh umat islam untuk mendatangi TPS (Tempat Pemungutan Suara) pada hari pencoblosan Pemilu 17 April 2019 mendatang.

"Sebelum ke TPS, subuhnya shalat dulu, lalu dzikir. Setelah itu baru datang ke TPS. Pokoknya, pada 17 April, jangan tidur sampai dzuhur," kata Ustadz Abdul Somad saat memberikan tausyiah di Lapangan Pacuan Kuda Bukik Ambacang Bukittinggi, pada Minggu (03/03)

Ulama super terkenal ini juga mengingatkan kepada masyarakat untuk menghindari politik uang dan tidak mencoblos caleg yang memberikan uang.

"Saya bukan orang politik, bukan juga tim kampanye. Saya hanya menyampaikan pesan KPU dan Bawaslu. Kira-kira KPU dan Bawaslu terbantu tidak dengan penyampaian saya ini? Kalau terbantu kok saya tak pernah dapat penghargaan?" kata Somad guyon, lalu disambut tawa hadirin.

Pada bagian lain, Ustadz Abdul Somad berpesan kepada para jamaah untuk tetap menjaga silaturrahmi, meski harus berbeda pilihan.

"Jangan gara-gara beda pilihan putus silaturrahmi. Jangan gara-gara beda pilihan ribut di WA (Whatsapp) lalu banting HP-nya. Kalau HP-nya rusak, calonnya yang menang juga tidak ganti HP-nya yang rusak kan?," katanya.

Acara Tabligh Akbar ini diikuti oleh lebih dari seratus ribu jamaah yang memadati Lapangan Pacuan Kuda Bukik Ambacang Bukitinggi-Sumbar.

Para jamaah tidak hanya berasal dari Bukittinggi, tapi juga datang dari berbagai daerah di Sumbar. Mereka datang berombongan dengan menggunakan berbagai jenis kendaraan bus.

 ■ IIN

Sunday, March 3, 2019

Dihadapan 70.000 Santri Jatim, Panglima TNI Ajak Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Persatuan dan kesatuan seluruh komponen bangsa sangat penting, karena hanya dengan persatuan dan kesatuan yang kokoh, Indonesia sebagai bangsa yang besar akan dapat memaksimalkan upayanya menjadi negara yang terkemuka dan maju. Oleh karena itu, untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju maka hendaknya diawali dengan memberikan pendidikan yang baik.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dihadapan 70.000 santri/santriwati, para Alim Ulama, Pengasuh Pondok Pesantren dan masyarakat Malang pada acara Haul Maha Guru Al-Ustadzul Imam Al-Habr Al-Quthub Al-Habib Abdul Qodir bin Ahmad Bilfaqih Al Alawy ke-58 di Pondok Pesantren Darul Hadits Al-Faqhiyyah, Jl. Aries Munandar No. 8A-10, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (3/3/2019).

Panglima TNI mengatakan bahwa sebagai bangsa Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika, tugas kita semua (Warga Negara Indonesia) untuk membina diri agar dapat mengolah berbagai potensi alam dan potensi bangsa ini menjadi negara yang maju dan sejahtera.

“Hanya melalui pendidikan yang majulah, maka bangsa ini akan dapat menjadi bangsa yang besar, bangsa yang bersatu, bangsa yang dapat mengolah potensi alamnya yang sangat kaya”, katanya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, tantangan di masa mendatang akan semakin kompleks. Indonesia bersaing dengan berbagai negara yang juga pasti tidak mau tertinggal. Untuk itu, kemajuan yang ada harus disikapi dengan baik, dengan membangun umat yang berkualitas. “Umat yang berkualitas adalah umat yang mengamalkan ajaran agamanya dengan baik, sekaligus membina diri dengan berbagai ilmu pengetahuan dan wawasan”, ujarnya.

“Pondok pesantren adalah samuderanya ilmu pengetahuan karena pondok pesantren tempatnya mencetak dan melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan hebat.  Pondok pesantren adalah Center Of Excelen dan tempat samuderanya ilmu pengetahuan,” ungkapnya.

Panglima TNI menegaskan bahwa perbedaan jangan menjadi kelemahan, keanekaragaman haruslah menjadi kekuatan yang saling mengisi dan melengkapi. “Mari kita songsong masa depan yang lebih cerah dengan menyiapkan diri sejak sekarang serta menjaga ke-Bhinneka Tunggal Ika-an bangsa,” ajaknya.

Turut hadir pada acara tersebut diantaranya, Wakasau Marsdya TNI Fahru Zaini Isnanto, S.H., M.D.S., Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Wisnoe Prasetja Boedi, Pangdiv 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto, S.A.P., M.Si., M.Tr.(Han), Pa Sahli Tk. III Bid. Hubint Panglima TNI Marsda TNI Kukuh Sudibyanto, Waaster Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) Purnomo, Kapusbintal TNI Laksma TNI Budi Siswanto, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Drs. Toni Harmanto, M.H., Kadisadaau Marsma TNI Abdul Wahab, S.Sos., M.M., Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak dan Walikota Malang H. Sutiaji.

 ■ Rasyid/Puspen TNI

Bawaslu Ajak Mahasiswa Ikut Pantau Pelaksanaan Pemilu


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang terus menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif kepada masyarakat. Setelah sebelumnya menggelar sosialisasi di kawasan Resosialisasi Argorejo atau yang populer disebut Sunan Kuning, kemarin Bawaslu Jateng melaksanakan acara serupa di Kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes), Gunungpati.

Menurut Komisioner Bawaslu Kota Semarang, Naya Amin Zaini dipilihnya Unnes karena pihaknya menilai mahasiswa merupakan bagian dari pemilih milenial yang jumlahnya mencapai 30-40% dari daftar pemilih tetap (DPT) secara nasional.

Selain itu, katanya, mahasiswa juga banyak yang menjadi bagian swing voters sehingga suaranya kerap diperebutkan kontestan pemilu.

"Bawaslu berharap dengan adanya kegiatan ini akan menggerakkan para mahasiswa untuk membuat gerakan yang sistematis dalam mengampanyekan gerakan anti money politics, anti-SARA, dan anti ujaran kebencian melalui media sosial," ujar Naya dalam siaran pers yang diterima redaksi, hari ini. (03/03).

Menanggapi acara ini, Ketua DPC Persatuan Mahasiswa Hukum (Permahi) Semarang, Alex Pamungkas, mengaku siap menindaklanjuti hasil sosialisasi dengan Bawaslu tersebut. Bahkan, Permahi Semarang siap mengerahkan anggotanya sebagai pemantau pemilu melalui lembaga yang sudah ada di Semarang, seperti Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro)

"Permahi terkendala administrasi dan pendanaan, sehingga bergabung dengan pemantau pemilu yang sudah ada menjadi pilihan yang strategis," ujar Alex.

Dalam acara sosialisasi bertajuk Ngerumpi Bareng Pemilu itu turut hadir beberapa aktivis mahasiswa yang tergabung dalam BEM Fakultas Hukum dan UKM Matahati. Acara kemudian ditutup dengan pembacaan ikrar bersama menolak money politics.  (rls)

Panglima TNI : Achmad Wiranatakusumah Merupakan Sumber Inspirasi Bagi Generasi Penerus


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. sebagai salah satu pembicara pada acara peluncuran buku Letjen TNI (Purn) Achmad Wiranatakusumah : “Komandan Siluman Merah”, di Gedung Serba Guna Galeri Nasional, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat malam (1/3/2019).

Panglima TNI mengatakan bahwa Letjen TNI (Purn) Achmad Wiranatakusumah adalah satu diantara sesepuh TNI yang menjadi legenda.  “Beliau terkenal karena menjadi sikap, teladan, serta kepemimpinan yang menonjol, tidak hanya di masa damai, tetapi juga di masa perang dan perjuangan”, ucapnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, cerita kehidupan Letjen TNI (Purn) Achmad Wiranatakusumah sesungguhnya tidak sekedar bagian dari catatan sejarah TNI dan bangsa ini, tetapi lebih penting lagi, merupakan sumber inspirasi bagi generasi penerus.

Pembicara lain pada acara peluncuran buku tersebut, diantaranya Marsda TNI Kisenda Wiranata (Kepala BAIS TNI), Eduard Lukman (mantan Editor Majalah Angkasa dan Dosen UI), serta Kusnanto Anggoro (Peneliti dan Pengamat Militer dan Pertahanan).

Buku Letjen TNI (Purn) Achmad Wiranatakusumah “Komandan Siluman Merah”, ditulis oleh Pak Aam Taram R.H. Sastanegara dan Iid D. Yahya dengan editor Pak Hendri F. Isnaeni.

Letjen TNI (Purn) Achmad Wiranatakusumah berperan penting dalam berbagai peristiwa sejarah Indonesia.  Pada masa itu, beliau telah menyadari bahwa Indonesia akan merdeka dan membangun pasukan di Ciwidey.

Pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan,  Letjen TNI (Purn) Achmad Wiranatakusumah bersama pasukannya Batalion Siluman Merah A3W (Ayax en drie Willem, kontak radio Achmad) bergabung dengan Divisi Siliwangi. Sebagai Komandan Batalion Siluman Merah, beliau menjalani peristiwa penting bagi Divisi Siliwangi yaitu hijrah ke Jawa Tengah dan longmarch kembali ke Jawa Barat.

Letjen TNI (Purn) Achmad Wiranatakusumah juga memimpin rombongan terakhir yang terbesar mencapai 2.500 orang. Dalam perjalanan yang panjang dan lama, beliau bersama pasukannya harus menghadapi dua musuh sekaligus, yaitu Belanda dan DI/TII SM Kartosoewirjo.

Selain itu juga, Letjen TNI (Purn) Achmad Wiranatakusumah terlibat dalam penumpasan gerakan merongrong Republik Indonesia, yaitu pemberontakan PKI di Madiun, Republik Maluku Selatan dan pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil serta peristiwa Zulkifli Lubis.

Dalam rangka Trikora, Letjen TNI (Purn) Achmad Wiranatakusumah mendapat tugas membangun Tjaduad (Tjadangan Umum Angkatan Darat) yang kemudian menjadi Kostrad.  Beliau menjabat Kepala Staf dengan komandannya Mayjen TNI Soeharto.  Pasca Operasi Trikora, beliau ditunjuk menjadi Ketua Tim Serah Terima Kekuasaan atas Irian Barat dari Belanda kepada Indonesia.

 ■ Rasyid/Puspen TNI

Friday, March 1, 2019

Jumat Berkah, Sandiaga Kunjungi Ulama Tegal dan Ponpes At-Tauhidiyyah Giren Talang


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno, selama berada di Tegal tidak hanya mengunjungi destinasi Wisata Pasar Slumpring, Desa Cempaka, Kecamatan Bumijawa, dan obyek wisata pemandian air panas Guci, tetapi bersilahturahmi juga dengan sejumlah ulama Tegal dan Ponpes At-Tauhidiyyah Giren Talang Tegal, Jawa Tengah pada Kamis (28/2/2019) malam.

Kunjungan penuh berkah ini pun diciutkan Sandiaga melalui akun resminya @sandiuno, beberapa saat yang lalu.

"Pengajian yang rutin dilakukan setiap malam Jum’at di Ponpes At-Tauhidiyyah Giren Talang Tegal ini bisa sampai diikuti puluhan ribu warga sekitar. Masya Allah. Yang membuat saya senang lagi, ratusan jajanan di sekitar ponpes ini laku dibeli oleh warga yang hadir ke pengajian ini," kicaunya.

Tak hanya itu, dalam kesempatan ini, Sandiaga juga bersilaturahim ke Kyai Ahmad Said bin Said At-Tauhidiyyah Giren Talang Tegal. "Saya percaya bahwa setiap silaturahim itu membawa banyak berkah dan juga membuka pintu rejeki," imbuhnya.

Sebelumnya Sandi mengunjungi destinasi Wisata Pasar Slumpring, Desa Cempaka, Tegal. Dirinya dibuat kaget dengan kondisi lokasi yang padat akan warga. Kepadatan itu bahkan dimulai dari jalanan di sepanjang lokasi wisata.

Suasana pedesaan yang begitu indah menjadikan Pasar Slumpring di Desa Cempaka, Bumijawa, Kabupaten Tegal sebagai salah satu destinasi wisata yang dikunjungi banyak wisatawan, bukan hanya lokal tapi juga mancanegara.

Dari atas mobilnya, Sandi kerap melayani warga yang ingin berjabat tangan hingga berfoto demi mengabadikan momen tersebut.

Sandi pun tak lupa mengucapkan rasa terimakasihnya karena telah disambut dan diterima dengan baik. Sesampainya di lokasi, dirinya diarak menuju saung dengan latar belakang gunung dan air jernih kolam ikan, serta kabut tipis yang mulai perlahan turun.

“Terimakasih atas sambutan yang luar biasa ini. Antusias dengan semangat perubahan. Saya berterimakasih diterima dengan baik," ujar Sandi dihadapan warga Tegal itu.

Melihat langsung lokasi wisata Desa Cempaka itu, Sandi menyebut jika tempat seperti itulah yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dan UMKM yang ada di sana.

Dalam kesempatan itu juga salah seorang warga yakni, Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Cempaka, Ikhsanudin menyampaikan harapan-harapannya kepada Sandi. Dirinya meminta ada perbaikan infrastruktur sehingga jumlah wisatawan bisa meningkat.

"Seperti lahan parkir yang becek dan lingkungan wisata gelap, butuh penerangan," ungkap Ikhsanudin.

Sementara itu, para penjual makanan di daerah wisata Desa Cempaka yang diwakili Ibu Umi, berharap agar bahan-bahan untuk makanan tradisional bisa lebih murah.

“Sekarang semuanya serba mahal pak, seperti gula, tepung dan bahan-bahan membuat kue. Satu lagi, pengajuan modal dimudahkan,” keluh Umi kepada Sandi.

Mendengar itu, Sandi menegaskan akan menampung aspirasi dari Ikhsanudin dan Umi. Dirinya mengatakan akan membuat harga-harga bisa lebih stabil dan memperbaiki infrastruktur.

"Fokus Prabowo-Sandi adalah ekonomi. Harga-harga kebutuhan pokok yang stabil terjangkau serta penciptaan dan penyediaan lapangan kerja,” ucap Sandiaga Uno yang disambut gemuruh tepuk tangan dari warga yang hadir di Wisata Pasar Slumpring Desa Cempaka itu.

■ Sri Suciani / PAS 
© Copyright 2018 MERDEKA POS | All Right Reserved