JARINGAN USAHA UMMAT

Wednesday, March 6, 2019

Panglima TNI Terima Pengurus Besar IDI



SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi oleh Aspers Panglima TNI Marsda TNI Dedy Permadi, S.E., M.M.D.S., Aster Panglima TNI Mayjen TNI George Elnadus Supit, S.Sos dan Kapuskes TNI Mayjen TNI dr. Ben Yura Rimba, MARS, menerima kunjungan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Rombongan IDI yang beranjangsana tersebut terdiri dari dr. Daeng M. Faqih, S.H., M.H. (Ketua Umum), dr.  Moh.  Adib Khumaidi, Sp.OT., Ek. (Wakil Ketua Umum), dr. M. Nasser, Sp.KK, LLM, D.Law. (Anggota Dewan Pertimbangan), dr. Fery Rahman, M.KM. (Wakil Sekjen I) dan dr. Iqbal Mubarak (Bidang Mitigasi dan Penanggulangan Bencana), bertempat di Subden Mabes TNI, Jl. Merdeka Barat No. 2, Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2019).

Saturday, February 16, 2019

Perjosi: Pembentukan Satgas Mengindikasikan Dewan Pers Menyerah


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Pembentukan satuan tugas (Satgas) pengawasan portal berita online yang dilakukan Dewan Pers (DP) dengan melibatkan pihak lain mengindikasikan bahwa DP sudah menyerah dan tidak mampu lagi melakukan pembinaan kepada pers dan jurnalis di tanah air  sesuai perkembangan zaman.
     
"Idealnya yang dibentuk oleh Dewan Pers adalah Satgas Edukasi dan bukan Satgas Pengawasan dan penindakan terhadap portal online yang belum terverifikasi atau jurnalis yang belum mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang mereka sebut portal dan jurnalis Abal Abal," demikian penilaian Ketua Dewan Kehormatan organisasi wartawan Perserikatan Jurnalis Siber Indonesia (Perjosi), Fredrich Kuen MSi pada diskusi lepas tentang pers di salah satu warung kopi yang menyatu dengan outlet Martabak di Makassar, Jumat.
   
Harusnya DP melakukan otokritik (introspeksi diri) secara ksatria dan mengakui  gagal mengemban tugas pembinaan terhadap pers Indonesia karena berbagai keterbatasan dan mau menerima kritik positif sebagai masukan untuk meningkatkan kinerja serta menjadikan pengeritik itu kawan dan bukan lawan yang harus dimusnahkan.
     
Data yang beredar, Indonesia diketahui negara dengan jumlah paling banyak di dunia pengguna media/cyber yakni 43.300 media online. Sementara, memenuhi syarat sebagai perusahaan pers sebanyak 2.200, dan hanya 7 persen yang memenuhi standar profesional.
     
Data Dewan Pers Juni 2018 tercatat hingga kini wartawan yang telah lulus mengikuti Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) di Dewan Pers berjumlah lebih dari 12.000 wartawan. Ujian dilakukan oleh 27 lembaga penguji yang terdiri dari perguruan tinggi, lembaga pendidikan, organisasi pers PWI, AJI dan IJTI. Jumlah wartawan di Indonesia mencapai angka kisaran puluhan ribu lainnya yang belum mengikuti UKW.
     
Mengacu data yang dikeluarkan DP maka wajar bila terhitung sejak era reformasi saat keluarnya UU Nomor.40/1999  tentang Pers, DP memiliki kinerja minimalis sehingga wajar bila saat ini mulai menyerah dan menerapkan kebijakan keras untuk menekan pers yang seharusnya dibina.
   
Idealnya menurut Fredrich yang juga  Penguji Kompetensi Wartawan, DP harus mencontohkan melakukan UKW massal berbiaya murah hingga gratis kepada 27 lembaga penguji yang diakui, walau diketahui lembaga itu sendiri bukan lembaga sertifikasi sesuai aturan yang ada. Ini juga sebenarnya pelanggaran aturan yang harus dibenahi agar tidak menjadi lembaga penguji Abal Abal.
     
Kalau itu dilakukan, lanjutnya, maka angka wartawan ikut UKW akan cepat meningkat, sekaligus semakin sedikit angka wartawan Abal Abal yang disebutkan Dewan Pers tanpa definisi yang jelas itu.
     
"Toh negara mengucurkan dana untuk DP. Harusnya itu digunakan untuk UKW massal gratis. Begitu juga kegiatan verifikasi harus dilakukan dengan biaya murah dan mudah. Bukanya semua serba sulit dengan biaya tinggi," ujarnya.
     
Saat ini kalangan pers non UKW yang menjalankan fungsi kontrol sosial resah karena DP telah menjelma menjadi "mahluk menyeramkan" rekomendasinya bisa mengubah delik pers menjadi pidana umum sehingga jurnalis terkriminalisasi (kriminalisasi pers) hanya karena portal berita belum terverifikasi dan wartawan belum ikut UKW. Ujung ujungnya terpenjara atau mati dalam penjara. Padahal harusnya UU No.40/1999 adalah Lex Specialist dengan hukuman bila terbukti melanggar adalah dengan  hak jawab, hak koreksi atau bayar denda dan bukan pidana penjara.
     
Fungsi pembinaani harus jelas, peningkatan ketrampilan jurnalis dilakukan oleh perusahaan pers dan organisasi pers, sedangkan kompetensi dilakukan DP tanpa komersialisasi agar dapat dilakukan secara massal.
     
Program pembinaan pers tidak sulit, terutama bagi jurnalis yang menjalankan salah satu fungsi pers yakni kontrol sosial. Media dan jurnalisnya harus patuh terhadap UU Nomor 40/1999 tentang pers serta patuh terhadap kode etik jurnalistik. Memberitakan sesuai fakta fisik atau fakta intelektual (statement), melakukan pemberitaan berimbang, melakukan check and recheck, patuh terhadap azas praduga tidak bersalah, tidak melakukan trial by the press dan bila diperlukan maka melakukan double check and recheck terhadap kebenaran suatu informasi/fakta, memberi kesempatan hak koreksi bila berita kurang benar serta hak jawab terhadap sumber yang keberatan sehingga sekeras apapun kontrol sosial yang dilakukan dapat terhindar dari delik pers (masalah hukum yang timbul akibat pemberitaan), ujarnya.

Jaman Now,  Jaman online

Fredrich yang juga pemegang kartu Wartawan Utama ini menguraikan jaman now (sekarang) saat ini tidak bisa lagi dibendung portal berita online sesuai perkembangan IT, portal berita akan banyak muncul, vlog, video amatir dan lainnya. Akan banyak jurnalis warga (citizen journalism), jurnalis otodidak dan jurnalis independen.
   
Khusus jurnalis independen, mereka berfungsi seperti Video journalist (VJ) dengan kemampuan jurnalis yang bagus, terampil menulis, terampil membuat gambar Vidio, menyunting narasi dan gambar serta cenderung memiliki link ke newsroom media mainstream tetapi mereka bukan bagian dari media tersebut, namun berita dan gambarnya sering disiarkan. Begitu juga hasil vlog yang banyak disiarkan stasiun tv dan jurnalisme warga serta video amatir yang disiarkan oleh media tulis dan TV pada kejadian kejadian luar biasa seperti bila terjadi bencana alam yang mereka jadi saksi atau korban selamat dan tidak ada wartawan di tempat itu.
   
Ini semua harus mendapat sentuhan pembinaan ke depannya dan dari sekarang sudah harus dipikirkan caranya. Sebab mereka potensial menginformasikan kejadian yang terjadi untuk diketahui masyarakat luas. Semua pihak tidak bisa tutup mata terhadap perkembangan ini. Padahal wartawan yang ada sekarang saja belum mampu dibina secara maksimal.
     
Untuk itu, DP dan Kementerian Kominfo harus buka diri, akomodir lembaga yang muncul dan kritis untuk menunjang pers yang merdeka dengan kebebasan pers yang beretika. Jangan menganggap semua pengkritik adalah lawan. Rangkul mereka dan sama sama melakukan pembinaan agar tidak ada lagi kriminalisasi terhadap pers, katanya. (Rilis Perjosi)

Tuesday, February 12, 2019

Satgas TNI Konga XXXIX-A Berhasil Fasilitasi Pertemuan Antar Suku di Republik Demokratik Kongo


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-A Rapidly Deployable Battalion (RDB) Mission de l’Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (MONUSCO) dengan Komandan Satgas Kolonel Inf Dwi Sasongko berhasil memfasilitasi pertemuan antar suku di Desa Kisonja, Propinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo, baru-baru ini.

Menurut Dansatgas TNI Konga XXXIX-A RDB MONUSCO Kolonel Inf Dwi Sasongko menyampaikan bahwa mediasi pertemuan antar suku dikemas dalam bentuk Joint Activities Mission (JAM) dengan melibatkan unsur personel UN Staff, personel Satgas, para kepala suku, warga Desa Kisonja dan Kakinga, Propinsi Tanganyika.

“Pertemuan tersebut dilaksanakan untuk membahas berbagai permasalahan diantaranya konflik antara masyarakat, kesepakatan damai dan perjanjian mengakhiri konflik antara dua kelompok masyarakat yang berada di wilayah Desa Kisonja dan Kakinga,” kata Dansatgas.

Pada kesempatan tersebut, Dansatgas TNI Konga XXXIX-A RDB MONUSCO juga menyampaikan bahwa pertemuan antar suku dapat memberikan dampak positif bagi upaya pemeliharaan perdamaian yang dilakukan oleh pasukan PBB, khususnya wilayah operasi yang menjadi tanggung jawab Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB MONUSCO di Propinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo.

“Hal tersebut merupakan realisasi dari mandat yang diberikan oleh United Nations Department of Peacekeeping Operations (UNDPKO) dalam pelaksanaan perlindungan warga sipil (protection of civilian) dan pengamanan UN asset”, tambahnya.

Selanjutnya Dansatgas TNI Konga XXXIX-A RDB MONUSCO Kolonel Inf Dwi Sasongko mengatakan bahwa di wilayah Desa Kisonja terdapat satu Standing Combat Deployment (SCD) yang bertugas untuk menjaga stabilitas situasi keamanan di Axis Kalemie menuju Bendera, Republik Demokratik Kongo.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Suku Desa Kisonja berharap agar keberadaan Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB MONUSCO di wilayahnya dapat memberikan rasa aman dan dapat mencegah terhadap berbagai aksi tindak kejahatan.

■ Rasyid / PenKonga

Thursday, January 31, 2019

Batalkah Shalat Warga NU yang Menjadi Makmum dengan Imam Selain NU ?


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Ada-ada saja.  ‘Bahtsul Masail’ ini mencuat kembali usai Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan ‘Selain NU Salah Semua’.  Pertanyaan: Batalkah Salat Warga NU yang Menjadi Makmum dengan Imam Selain NU, kembali viral di media sosial, Kamis (31/1/2019).

KH Luthfi Bashori Alwi memberi catatan bahwa tulisan (pertanyaan) ini pernah disampaikan pada acara Seminar Ilmiah yang diadakan oleh Omim Ukpi/Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan Jawa Timur, Agustus 2017.

Menurut Kiai Luthfi, banyak ormas Non NU di Indonesia ini yang beraqidah Aswaja Asy’ariyah, amaliyah  mereka sama dengan amaliyah warga NU, tapi mereka tidak bersedia dikatakan sebagai warga NU, karena telah memilih ormas lain selain NU.

“Jadi warga Non NU itu TIDAK BERSALAH, yang SALAH itu adalah OKNUM PBNU yang senang memecah belah warga Aswaja Asy’ariyah secara arogan,” demikian jawaban tersebut. Artinya, sah salat warga NU yang menjadi makmum dengan imam selain NU.

Bahkan di antara ormas mereka ini, berdirinya jauh lebih dahulu dibanding berdirinya ormas NU. Allah SWT berfirman dalam Qs. As Syura : 13:

Artinya : “Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwariskan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan ‘Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.” (Qs. As Syura : 13)

Lalu, Qs Ali Imran : 103:  Artinya : “Dan berpeganglah kamu sekalian kepada tali (agama) Allah dengan berjama’ah dan janganlah kamu bercerai berai.” (Qs Ali Imran : 103)

Ayat di atas menjelaskan bahwa dari sejak terutusnya Nabi Nuh alaihis salam sebagai awal Rasul, Allah telah melarang kaum beriman bercerai-berai, dengan kata lain Allah memerintahkan mereka agar berjama’ah dan bersatu.

Kemudian kepada kita umat Nabi Muhammad SAW dimana beliau adalah penutup para Nabi dan Rasul, Allah lebih menegaskan lagi perintah berjamaah dan larangan bercerai berai. Karena itu minimal untuk ormas-ormas Islam yang satu aqidah Aswaja, hendaklah tetap menjaga persatuan dan ukhuwwah Islamiyah, bukan saling menjatuhkan.

Jadi? “Warga NU pasti tetap SAH shalatnya menjadi makmum ormas-ormas Aswaja Non NU.” Berikut nama-nama ormas Aswaja Asy’ariyah antara lain:

NAHDLATUL ULAMA:

Jam’iyah ini bernama Nahdlatul Ulama disingkat NU, didirikan di Surabaya pada tanggal 16 Rajab 1344 H bertepatan dgn tanggal 31 Januari 1926 M untuk waktu yang tidak terbatas. Pengurus Besar Jam’iyah Nahdlatul Ulama berkedudukan di ibu kota Negara Republik Indonesia.

Nahdlatul Ulama sebagai Jam’iyah Diniyah Islamiah beraqidah/berasas Islam menurut paham Ahli Sunnah wal Jamaah dan menganut salah satu dari empat mashab empat Hanafi Maliki Syafii dan Hambali. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Nahdlatul Ulama berpedoman kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

PERSATUAN TARBIYAH ISLAMIYAH

Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) adalah nama sebuah organisasi massa Islam nasional yang berbasis di Sumatera Barat. Organisasi ini didirikan pada 20 Mei 1930 di Sumatera Barat, dan berakar dari para ulama Ahlussunnah wal jamaah. Kemudian organisasi ini meluas ke daerah-daerah lain di Sumatera, dan juga mencapai Kalimantan dan Sulawesi.

Setelah kemerdekaan Perti menjadi partai politik.

Dalam Pemilihan Umum 1955 Perti mendapatkan empat kursi DPR-RI dan tujuh kursi Konstituante. Setelah Konstituante dan DPR hasil Pemilu dibubarkan oleh Presiden Soekarno, Perti mendapatkan dua kursi di DPR. Dua tokoh kunci Perti juga pernah dipercaya menjabat menteri negara pada masa pemerintahan Soekarno. Kedua ulama tersebut adalah Sirajuddin Abbas sebagai Menteri Keselamatan Negara RI dan Rusli Abdul Wahid sebagai Menteri Negara Urusan Umum dan Irian Barat. Pada masa Orde Baru Perti bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

ALKHAIRAT

Salah satu wujud cintanya pada ilmu adalah didirikannya lembaga pendidikan Islam Alkhairat, sebagai sumbangsih nyata Guru Tua, Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri kepada agama Islam. Alkhairat dirikan di Palu, Sulawesi Tengah, di kala usia Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri menginjak 41 tahun.

Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri dianggap sebagai inspirator terbentuknya sekolah di berbagai jenis dan tingkatan di Sulawesi Tengah yang dinaungi organisasi Alkhairat, dan terus berkembang di kawasan timur Indonesia. Pada tahun 2014 nama Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri juga diabadikan sebagai nama baru bandara Kota Palu dan Provinsi Sulawesi Tengah, sebelumnya bandara kebanggaan Kota Palu bernama Bandara Mutiara atas pemberian dari presiden Soekarno, saat pertama kali dioperasikan 1954 dengan nama Bandara Masovu,  namun kemudian berganti nama sejak 28 Februari 2014 setelah Menteri Perhubungan Evert Ernest Mangindaan membubuhkan tandatangan di surat keputusan perubahan nama bandara Mutiara.

Perubahan nama bandara itu juga untuk menghargai jasa serta perjuangan Sayyid Idrus bin Salim Aljufri dalam menyebarkan ajaran Islam di kawasan timur Indonesia. Disaksikan Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, dan pejabat Kementerian Perhubungan RI, para bupati/wali kota se-Sulawesi Tengah dan keluarga besar Alkhairaat meresmikan operasional serta mengukuhkan perubahan nama dari Bandara Mutiara Palu menjadi Bandara Mutiara SIS Aljufri Palu.

MATHLA’UL  ANWAR

Mathlaúl Anwar (MA) didirikan tanggal 9 Juli 1916 di Menes, Banten (waktu itu masih Jawa Barat). Didirikan oleh para ulama di antaranya KH. Mas Abdurrahman, KH Moh. Yasin, dll. Saat ini MA telah berkembang ke seluruh Indonesia dengan ribuan lembaga pendidikan yang dikelolanya, termasuk Universitas MA (UNMA) di Pandeglang Banten.

ALWASHLIYAH

Al Jam`iyatul Washliyah adalah salah satu organisasi Islam di Indonesia. Kata Al jam`iyatul Washliyah berasal dari Bahasa Arab yang artinya perkumpulan atau perhimpunan yang menghubungkan, baik yang menghubungkan manusia dengan Allah (hablun minAllah) dan yang menghubungkan manusia dengan manusia (hablun minannas). Al Jam`iyatul washliyah sekarang lebih di kenal dengan Al Washliyah. Al Wasliyah khusus aktif membela kemaslahatan umat Islam dan Indonesia pada umumnya.
Latar belakang didirikan Al Washliyah, seiring dengan menajamnya perpecahan di tengah-tengah ummat Islam, baik yang datang dari luar maupun dari intern ummat Islam itu sendiri, dikarenakan perbedaan mahzab atau pandangan, maka para Cendikiawan muslim mencari jalan tengah untuk mempersatukan ummat Islam.

Maka dibentuklah Al Jam,iyatul Washliyah pada tanggal 30 November 1930 atau 9 Rajab 1349 Hijriah di Maktab Islamiyah Tapanuli Selatan, Medan. Adapun Tokoh pendiri Al Alwashliyah adalah Ismail Banda, H.M. Arsyad Thalib Lubis dan H. Abdurrahman Syihab.

NAHDLATUL WATHAN

Nahdlatul Wathan disingkat NW adalah Organisasi Kemasyarakatan Islam terbesar di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Organisasi ini didirikan di Pancor, Kabupaten Lombok Timur oleh TG.KH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid yang dijuluki Tuan Guru Pancor serta Abul Masajid wal Madaris (Bapaknya Masjid-masjid dan Madrasah-madrasah) pada tanggal 1 Maret 1953, bertepatan dengan 15 Jumadil Akhir 1372 Hijriyah.  Organisasi ini mengelola sejumlah Lembaga Pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

DARUD DA’WAH WAL IRSYAD

Darud Dakwah wal Irsyad disingkat DDI, merupakan realisasi dari keputusan musyawarah Alim Ulama Ahlussunnah Wal Jama’ah se Sulawesi Selatan tentang perlunya dibentuk suatu organisasi, guna lebih meningkatkan fungsi dan peranan Madrasah Arabiyah Islamiyah (MAI), maka muncullah beberapa usul tentang nama bagi organisasi yang akan dibentuk itu.

Antara lain usul dari K.H. Muh. Abduh Pabbajah dengan nama Nashrul Haq, dari Ustadz H. Muh. Thahir Usman mengusulkan nama Al-Urwatul Wutsqa, sementara Syekh Abd. Rahman Firdaus mengusulkan nama Darud Dakwah Wal Irsyad. Setelah dimusyawarahkan, maka yang disepakati secara bulat adalah nama “Darud Da’wah Wal Irsyad”

FRONT PEMBELA ISLAM (FPI)

FPI adalah sebuah organisasi massa Indonesia. Mengusung pandangan Islam konservatif (mempertahankan kebaikan yang ada). FPI memiliki basis massa yang signifikan dan menjadi motor di balik beberapa aksi pergerakan Islam di Indonesia.

FPI dideklarasikan pada 17 Agustus 1998 (atau 24 Rabiuts Tsani 1419 H) di halaman Pondok Pesantren Al Um, Kampung Utan, Ciputat, di Selatan Jakarta oleh sejumlah Habaib, Ulama, Mubaligh dan Aktivis Muslim dan disaksikan ratusan santri yang berasal dari daerah Jabotabek.

FPI pun berdiri dengan tujuan untuk menegakkan hukum Islam di negara sekuler.
Organisasi ini dibentuk dengan tujuan menjadi wadah kerja sama antara ulama dan umat dalam menegakkan Amar Ma`ruf dan Nahi Munkar di setiap aspek kehidupan.

(sumber: duta)


Wednesday, January 30, 2019

Pemilu 2019 Menjadi Topik Utama Rapim TNI-Polri


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Pemilu 2019 menjadi topik utama Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri tahun 2019. Keberhasilan Pemilu 2019 akan menjadi indikator tingkat kedewasaan berpolitik peserta Pemilu dan seluruh masyarakat Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat menutup secara resmi Rapim TNI-Polri yang diikuti 386 peserta, bertempat di Auditorium STIK-PTIK Polri, Jl. Tirtayasa Raya No. 6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa malam (29/1/2019).

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, keberhasilan penyelenggaraan Pemilu 2019 secara keseluruhan akan menentukan derap langkah bangsa Indonesia selama lima tahun ke depan dalam membangun Indonesia menuju bangsa yang berdaulat dan bermartabat di mata bangsa-bangsa di dunia.

Panglima TNI menegaskan bahwa keberhasilan Pemilu 2019 adalah indikator kesiapan TNI-Polri sebagai aparat negara dan bagian dari komponen bangsa. “Sudah barang tentu TNI-Polri tidak bertindak sendiri. TNI-Polri harus bersinergi dengan seluruh komponen bangsa lainnya karena Pemilu adalah milik seluruh bangsa Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa waktu yang ada beberapa bulan kedepan hendaknya digunakan sebaik-baiknya untuk berkoordinasi, menyusun serta menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan. “Hal-hal yang perlu diwaspadai, termasuk dalam hal pengamanan dan pendistribusian logisitik Pemilu, harus benar-benar diantisipasi,” ujarnya.

“Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa menyertai setiap langkah pengabdian kita, kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta,” tutupnya.

Selanjutnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Kapolri Jenderal Polisi Prof. HM. Tito Karnavian, P.hD., menyerahkan secara langsung hadiah lomba foto kepada para pemenang.  Lomba foto “Sinergitas TNI-Polri Membangun Negeri” dengan tiga kategori yaitu, kategori jurnalis, kategori umum dan kategori TNI-Polri, diikuti oleh 1.600 peserta dari seluruh Indonesia.

 ■ Rasyid/ Puspen TNI

Monday, January 28, 2019

Akhirnya, Bos Abu Tours Divonis 20 Tahun Penjara


SUARAMERDEKA.CO.ID ■  Akhirnya, Pengadilan Negeri (PN) Makassar menjatuhkan pidana 20 tahun penjara kepada bos Abu Tours, Hamzah Mamba karena terbukti melakukan penggelapan dan pencucian uang jemaah sebesar Rp 1,2 triliun. Mendengar putusan ini, Hamzah hanya terdiam.

Vonis ini dibacakan di ruang sidang oleh Ketua Majelis Hakim Denny Lumban Tobing di PN Makassar, Jalan RA Kartini, Makassar, Senin (28/1/2019). Setelah vonis dibacakan, Denny sempat meminta tanggapan dari Hamzah Mamba.

"Silakan untuk ditanggapi. Kalau menolak masih ada upaya banding," kata Denny seperti diberitakan detik.com.

Hamzah tetap diam dan memilih menundukkan kepalanya. Tidak berapa lama, pengacara Hamzah, Hendro Sariyanto mengambil alih jawaban. "Kami yang akan menjawabnya Yang Mulia. Kami akan pikir-pikir dulu Yang Mulia," kata Hendro.

Saat vonis dibacakan hakim, puluhan jemaah yang hadir berteriak kepada Hamzah Mamba. "Huuuuuuu...huuuuuuuu," teriak jemaah.

Salah seorang pengunjung sidang mengingatkan Hamzah Mamba untuk membayarkan utangnya kepada puluhan ribu jemaahnya.

"Hamzah Mamba ingat ini utang kau. Utang dunia akhirat kalau kau tidak berangkatkan kami!" teriak pengunjung itu.

Hamzah Mamba pun tetap diam mendengar teriakan dari pengunjung sidang. Pada sidang ini, Hamzah Mamba divonis oleh majelis hakim 20 tahun penjara. Hamzah Mamba juga didenda Rp 500 juta.

Wednesday, January 23, 2019

Bahas Pemilu, Panglima TNI Gelar Rapat Dengan Komisi I DPR RI


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P bersama Menhan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi I DPR RI, bertempat di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Jl. Gatot Subroto Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (23/1/2019).

Dalam rapat tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melaporkan pelaksanaan Program Kerja 2018 dan rencana Program Kerja 2019.

“Saya sampaikan bahwa Program Kerja Tahun 2019 mengalir dari Tema Rencana Kerja Pemerintah pada tahun 2019 adalah pemerataan pembangunan untuk pertumbuhan berkualitas, dengan prioritas nasional salah satunya adalah stabilitas keamanan nasional dan kesuksesan pemilu,” ucapnya.

Panglima menambahkan, “Tema Rencana Kerja Pemerintah tahun 2019, TNI memproyeksikan operasi TNI sejumlah 4 kegiatan OMP dan 48 kegiatan OMSP dengan penekanan pada pengamanan Pemilu, siaga bencana dan mengatasi aksi kelompok bersenjata di Papua,”

Turut hadir dalam rapat tersebut diantaranya, Ketua Komisi 1 Abdul Kharis Almasyhari, Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji S.E., M.M. Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E, M.M, para Asisten Panglima TNI dan pejabat teras Kementerian Pertahanan RI serta anggota Komisi 1 DPR RI.

■ Rasyid / Puspen TNI

Tuesday, January 15, 2019

Anies Resmikan Masjid dan Car Wash di TPST Bantargebang, Pemulung: Terima Kasih Pak...


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Mesjid Al-Ikhlas dan Pencucian Truk Sampah (car wash) di TPST Bantargebang, Selasa (14/1). Dia mengharapkan fasilitas tempat ibadah yang dibangun Pemprov DKI untuk memberikan kemudahan bagi orang-orang yang berkegiatan di tempat pengolahan sampah, termasuk warga sekitar.

Gubernur Anies mengatakan Masjid Al-Ikhlas yang telah dibangun ini akan dimanfaatkan sebagai sarana ibadah bagi pegawai TPST Bantargebang, pemulung serta warga sekitar tempat pengolahan sampah terpadu tersebut.

“Bismillah, atas izin Allah SWT saya resmikan masjid ini dan semoga bermanfaat bagi kaum muslim di sekitanya,” ujar Anies didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Isnawa Adji.

Kapasitas masjid dengan luas bangunan 454 meter persegi ini dapat menampung 200 jemaah. “Kami harapkan dengan tersedianya masjid, pegawai, pemulung dan warga sekitar TPST Bantargebang dapat beribadah dengan aman dan nyaman," katanya.

Anies juga berpesan agar masjid tersebut dirawat dengan baik supaya bersih, rapi dan nyaman.

Selain meresmikan masjid, Gubernur Anies juga meresmikan penggunaan fasilitas pencucian truk sampah atau car wash seluas 489 meter persegi. Pencucian truk sampah merupakan fasilitas penunjang TPST Bantargebang agar armada pengangkut sampah terawat kebersihannya sehingga awet.

KepalaDinas Lingkungan Hidup Isnawa memaparkan bahwa fasilitas penunjang ini telah disyaratkan dalam Peraturan Menteri Pekerjaaan Umum No 3 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Sarana dan Prasarana Persampahan dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

BACA JUGA: Kepercayaan Pengasihan Mliwis Putih 

“Setiap truk sampah yang telah melakukan pembuangan sampah di titik buang, maka harus melewati proses pencucian sebelum kembali ke Jakarta. Ini menghindari pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh sampah dan air lindi yang mungkin masih tersisa di dalam truk. Juga untuk perawatan kendaraan itu sendiri,” kata Isnawa didampingi Kepala UPT Asep Kuswanto.

Kedua fasilitas ini, masjid dan car wash merupakan pemenuhan kewajiban kompensasi atas pelampauan nilai Koefisien Lantai Bangunan (KLB) yang dilaksanakan oleh PT Alfindo Mercu Estate berdasarkan Pergub Nomor 10 Tahun 2017 tentang Pemenuhan Kewajiban Kompensasi atas Pelampauan Nilai Koefisien Lantai Bangunan (KLB). Jadi, pembangunannya bukan dari APBD melainkan dari perusahaan swasta tersebut.

Yang menarik dari peresmian masjid hari ini, sejumlah pemulung yang hadir ikut terharu. Pasalnya, mereka menganggap Anies begitu peduli pada pembinaan ibadah bagi warga sekitar.

"Terima kasih Pak Anies, dengan adanya masjid ini kami merasa difasilitasi untuk selalu beribadah. Semoga semua ini menjadi amal kita semua," kata Yunus, seorang pemulung Bantar Gebang, usai ikut menyaksikan peresmian Masjid Al Ikslas tersebut. ■ JOKO/GOES

Friday, January 4, 2019

Berkunjung ke Karawang, Sandi Sebut OK OCE Solusi Atasi Pengangguran


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Kandidat Cawapres Sandiaga Salahudin Uno melanjutkan Road Show OK OCE Prasasti di Pulau Jawa. Ia menemui calon-calon wirausaha peserta pelatihan kewirausahaan One Kota/Kabupaten On ef Center for Enterpreneurship (OK OCE) di sebuah restoran Sambal Hijo Sambal Dadak (SHSD) di Jalan International Karawang Barat, Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Pelatihan kewirausahaan digital marketing yang disampaikan oleh Sekjen OK OCE Indonesia A Zulfiqar Priyatna dan aneka pembuatan rendang serta pembuatan kue yang dibawakan oleh Novalina praktisi usaha kuliner.

Pelatihan tersebut diikuti sekitar 100 orang dari berbagai komunitas dan latar belakang profesi, antara lain emak-emak muda atau ibu rumah tangga, generasi milenial, serta buruh pabrik.

Turut hadir juga Ketua Umum OK OCE Indonesia Iim Rusyamsi, Koordinator Nasional OK OCE Prasasti, RH Victor Aritonang, Wakil Koornas OK OCE Prasasti Soni Laksono; yang juga Ketua KADIN Jakarta Selatan, Bendahara OK OCE Prasasti M. Fikri dan sejumlah tokoh penggerak lainnya dalam wadah OK OCE Indonesia.

“Saya selalu menyempatkan datang ke OK OCE Prasasti. Kegiatan yang terlepas dari proses politik, tapi kekuasaan politik itu tiada yang bisa menentukan, selain Allah” ujar Sandiaga, Jumat (4/1).

Dia selaku pendiri Gerakan OK OCE merasa puas bahwa idenya mengangkat harkat wirausahawan bisa menular ke mana-mana. Ia juga melihat para peserta dilatih membuat masakan enak agar laris dijual.

BACA JUGA: Arti Mimpi Ada Binatang Turun ke Rumah

Lebih lanjut Sandiaga mengatakan bahwa bila dirinya mendapat amanah dalam Pilpres 2019, menjadi wakil presiden pendamping Capres Prabowo Subianto, maka OK OCE akan menjadi program prioritas nasional.

“Mencermati permasalahan bangsa saat ini, tentang pembangunan infrastruktur dan tingginya angka pengangguran, mengemukakan bahwa pemerintah dan dunia usaha harus bekerja sama untuk membangun infrastruktur dan menyediakan solusi bagi permasalahan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Dia mengakui selama ini rakyat yang menganggur mencari kerja susah, daya beli masyarakat lemah karena harga-harga kebutuhan pokok naik. Di situ harus ada solusinya.

“Nah OK OCE adalah solusi yang tepat. Faktanya, 97 persen dari lapangan kerja itu dari UMKM, jadi kalau kita mau maju, fokusnya harus mengembangkan UMKM. Kalau kita fokus pada usaha besar, lapangan kerjanya cuma tigq persen,” ucapnya.

Menurut Kornas Victor Aritonang, pemerintah selama ini belum memperhatikan dengan maksimal UMKM. “Semoga di tahun 2019, pemerintah bersama OK OCE Prasasti bisa membuka banyak lapangan kerja,” ujarnya.

Sebelumnya, Sandiaga juga telah menyampaikan tips menjadi wirausaha pada road show di Boyolali, Sukoharjo, Solo dan Yogyakarta. ■ JOKO / GOES

Thursday, December 20, 2018

Wawali Tangerang Resmikan Pembangunan Masjid Raya Rahmatan Lil 'Alamin


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Salah satu misi Kota Tangerang adalah menjadi kota yang Akhlakul Karimah. Dan salah satu cara untuk menyalurkan nilai-nilai Akhlakul Karimah diantaranya melalui pembangunan rumah ibadah.

Kemarin, Wakil Wali Kota (Wawali) Tangerang H. Sachrudin melakukan Peletakan Batu Pertama atas Pembangunan Masjid Raya Rahmatan Lil 'Alamin dikawasan Modernland Kota Tangerang.

"Pembangunan rumah ibadah dan memakmurkan masjid masuk dalam visi misi Kota Tangerang yang Akhlakul Karimah," ujar Sachrudin.

Menurutnya, pembangunan masjid yang merupakan pemberian tanah wakaf menjadi bukti bahwa progam Pemkot Tangerang menggratiskan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi masyarakat yang memiliki tanah wakaf terbilang berhasil.

"Mewakafkan tanah untuk kebaikan, Inshaa Allah pahalanya akan terus mengalir bagi yang melaksanakan," imbuhnya.

Dia menambahkan, amalan kebaikan dengan mewakafkan tanah untuk urusan akhirat selain menjadi contoh tetapi juga turut membantu masyarakat.

"Semakin banyak orang yang mewakafkan tanahnya, maka akan semakin banyak yang terbantu. Contohnya, masjid ini bisa menjadi kegiatan ekonomi, kesehatan, bahkan sosial sebagai bentuk memakmurkan masjid," tukasnya.

Data terakhir menunjukkan bahwa jumlah tanah wakaf di Kota Tangerang mencapai 576 dengan total luas 24,33 Hektar. Kedepannya, Pemerintah Kota Tangerang akan terus mendorong budaya wakaf di lingkungan masyarakat Kota Tangerang yang penduduknya mayoritas islam.

Terkait masjid yang akan dibangun tersebut, rencananya akan dibangun diatas tanah seluas 3000 m2 dengan tiga lantai. Bila rampung seluruhnya, maka dapat menampung kurang lebih 1400 jamaah.

Tak hanya itu, didalam masjid ini nantinya juga akan tersedia beberapa fasilitas diantaranya ruang kelas bimbingan belajar bahasa arab, inggris dan mandarin, ruang kesehatan, perpustakaan, dan taman. (Rls)

Sunday, December 2, 2018

Daarut Tauhid Gelar Milad, Aa Gym Absen di Reuni Mujahid 212


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Ulama kondang KH Abdullah Gymnastiar atawa yang karib dipanggil Aa Gym hari ini tidak dapat hadir di Monas bersama peserta Reuni Akbar Mujahid 212. Pasalnya, dihari yang sama Daarut Tahit tengah berlangsung acara Milad yang ke 28.

Meski begitu, Aa Gym masih sempat mendoakan supaya acara reuni 212 dapat berjalan lancar dan dirahmati Allah SWT.

"Kami mendoakan dari jauh semoga kegiatan 212 penuh dengan rahmat, pertolongan dan perlindungan Allah," kata Aa Gym kepada awak media, Minggu (2/12/2018).

Pagi tadi, Aa Gym bersama ribuan jamaah Daarut Tauhid (DT) Bandung, menggelar milad DT yang ke-28, di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.
Sedikitnya 10 ribu massa turut dalam kegiatan tersebut. Adapun rangkaian dalam kegiatan tersebut, diantaranya kegiatan gerak jalan santai dan juga berbagai perlombaan.

"Hari ini adalah ulang tahun Daarut Tauhid yang ke-28. Untuk massanya kita batasi hanya 10 ribu," jelas Aa Gym, saat di temui di lokasi acara.

Menginjak umur 28 tahun, Aa Gym berharap daarut Tauhid, dapat menjadi inspirasi khususnya dalam dunia pendidikan islam. Selain itu juga Daarut Tauhid juga dapat menjadi menginspirasi dalam modal dakwah yang berwawasan.

Terkait acara reuni 212, Aa Gym meyakini akan berjalan lancar. "Kami percaya bahwa semua yang hadir, yang tak hadir, para tokoh juga aparat adalah keluarga besar rakyat Indonesia yang sama-sama merindukan NKRI yang damai, aman, tentram, adil, dan makmur. Semoga Allah mempersatukan dan memberkahi bangsa kita serta melindungi dari segala perpecahan dan kerusakan," katanya.

 ■ Dadang Apriyanto

Friday, November 30, 2018

FSI Sambut Silahturahmi Peserta Reuni 212


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Perhelatan reuni 212 akan berlangsung di kawasan Monas, Jakarta Pusat pada tanggal 2 Desember 2018. Gerakan 212 mendapat dukungan penuh dari Forum Syuhada Indonesia.

Diko Nugraha selaku Panglima FSI dalam konferensi pers menjelaskan bahwa Forum Syuhada Indonesia (FSI) mendukung acara reuni akbar ini.

“Perjalanan hampir tiga tahun ini, Reuni Akbar 212 tidak terlepas dari dinamika politik yang berkembang pada saat ini,” ujarnya, di Markas FSI Jalan Menteng 58, Jakarta Pusat.

Diko menambahkan Forum Syuhada Indonesia mendukung dan mengapresiasikan acara Reuni 212 ini, dan apabila ada yang menghalang halangi akan berhadapan dengan Forum Syuhada Indonesia (FSI).

"Event ini,  guna memperkuat tali silaturahmi dan memperkuat Ukhuwah Islamiyyah," ungkap Panglima FSI ini.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Zulham Arif menjelaskan makna reuni untuk umat Islam. Sebagai bangsa dan setanah air Reuni 212 ini ajang silahturahmi serta menjaga Ukhuwah Islamiah.

“Mudah-mudahan rencana tersebut lancar, bagi kami ini adalah ajang silahturahmi umat muslim,” ujarnya.

Menurut pengamatan Arief, komitmen keumatan adalah fondasi utama dari persatuan umat. Reuni 212 merupakan hal yang strategis sebagai konsulidasi umat muslim. Karena itu GPI dengan jelas dan tegas tidak berorientasi kepada kepentingan siapapun.

Ketua Umum FSI Ustadz Hasri Harahap dalam konferensi pers menyatakan kesiapannya untuk menjalin silaturrahmi dengan semua peserta reuni. Ia juga membuka lebar pintu markas FSI untuk menampung para peserta.

“Kami FSI mengadakan suatu diskusi menyambut Reuni 212, akan menjadikan tempat transit peserta 212,” pungkas Ustadz Hasri Harahap. (rilis)

Wednesday, September 12, 2018

6 Perusahaan Korsel Segera Gelontorkan Investasi USD 446 Juta


Sejumlah industri manufaktur Korea Selatan dari berbagai sektor, menyatakan minatnya untuk segera menanamkan modalnya di Indonesia. Komitmen investasi ini merupakan hasil dari Indonesia-Korea Business and Investment Forum 2018 sekaligus peringatan hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin baik selama 45 tahun.

“Pertemuan ini mencerminkan antusiasme besar pengusaha Korea untuk lebih mendorong kolaborasi bisnis dengan Indonesia, baik dalam bentuk perluasan usaha maupun investasi baru di beberapa sektor industri yang prospektif,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Seoul, Senin (10/9).

Adapun enam perusahaan Negeri Ginseng yang telah komit berinvestasi, yakni LS Cable & System yang bermitra dengan PT Artha Metal Sinergi untuk pengembangan sektor industri kabel listrik senilai USD50 juta di Karawang, Jawa Barat, kemudian Parkland yang menggelontorkan dananya sebesar USD75 juta guna membangun industri alas kaki di Pati Jawa Tengah, dan Sae-A Trading menanamkan modalnya hingga USD36 juta untuk sektor tekstil dan garmen di Tegal, Jawa Tengah.

Selanjutnya, Taekwang Industrial akan membangun industri alas kaki senilai USD100 juta di Subang dan Bandung, Jawa Barat. Selain itu, World Power Tech dengan mitra lokalnya PT NW Industries yang berinvestasi sebesar USD85 juta untuk pengembangan industri manufaktur turbin dan boiler di Bekasi, Jawa Barat, serta InterVest dengan Kejora Ventures yang menamamkan modalnya USD100 juta untuk jasa pembiayaan startup (modal ventura) di DKI Jakarta. Jadi, total investasi mencapai USD446 juta.

Menperin meyakini, kerja sama yang terjalin itu dapat mendorong industri manufaktur nasional untuk lebih meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri sekaligus penambahan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. “Ini yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi secara inklusif, terutama melalui program hilirisasi,” tegasnya.

Langkah sinergi yang dibangun pelaku industri kedua negara juga diharapkan mendukung implementasi Making Indonesia 4.0. Salah satunya adalah membangun ekosistem inovasi dengan transfer teknologi yang berkelanjutan guna mendukung revolusi industri 4.0.

“Kami optimistis, hubungan antara kedua negara ini sangat menjanjikan di tahun-tahun mendatang dan itu akan menjadi dasar yang kuat untuk hubungan lebih lanjut antara kedua negara, terutama dalam membangun perekonomian,” papar Airlangga.

Penandatanganan 15 MoU

Pada kesempatan itu, Menperin juga turut menyaksikan penandatanganan 15 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang dilakukan oleh perusahaan dan institusi pemerintah kedua negara. Kerja sama ini meliputi sektor energi, properti, mesin, teknologi, dan kosmetika. Total komitmen investasi yang bersifat business to business dari hasil MoU tersebut mencapai USD5,76 miliar.

Kesepakatan yang terjadi di sektor industri, di antaranya Hyundai Engineering yang bermitra dengan PT Sulfindo Adiusaha untuk pengembangan pabrik kimia yang akan menghasilkan produk vinyl chloride monomer (VCM) dan poly vinyl chloride (PVC) di Merak, Banten dengan nilai investasi sebesar USD200 juta. Kemudian, pengembangan pabrik mesin diesel senilai USD185 juta yang dilakukan oleh Doosan Infracore dengan PT Boma Bisma Indra (Persero) dan PT Equiti Manajemen Teknologi.

Selanjutnya, SD Biotechnologies menjalin kerja sama dengan PT Orion Pratama Sentosa untuk membangun industri kosmetika di Karawang, Jawa Barat senilai USD20 juta, serta terjalin pula kemitraan strategis di bidang pengembangan pusat teknologi alat-alat permesinan di Bandung, Jawa Barat yang merupakan kolaborasi Korea Institute for Advancement of Technology dan Kementerian Perindustrian.

Turut pula hadir menyaksikan dari delegasi Indonesia, yakni Kepala BKPM Thomas Lembong, Ketua Kadin Indonesia Rosan P Roeslani, dan Kepala Bekraf Triawan Munaf. Rosan mengungkapkan, masih banyak potensi-potensi perdagangan dan investasi antara RI-Korsel yang perlu digali. “Kami sangat terbuka akan investasi yang masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, kali ini merupakan rombongan terbesar yang diajak karena membawa 104 pengusaha ikut dalam Indonesia-Korea Business and Investment Forum 2018. “Ini sebagai tanda membaiknya hubungan dagang dan investasi Indonesia dengan Korea Selatan yang sangat baik,” imbuh Rosan.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri Korsel (KCCI) Park Yong-man berharap forum ini dapat memuluskan jalan bagi perusahaan-perusahaan Korsel untuk berinvestasi dalam proyek-proyek inovatif di Indonesia. Apalagi sudah ada arah yang jelas dalam pengembangan industri ke depan melalui peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Jadi, ada rencana yang komprehensif bagi pengembangan industri berteknologi tinggi, mencakup teknologi digital, serta bio and hardware automation. Sebagaimana perusahaan Korea sangat tertarik dan memiliki pengalaman terbaik di bidang ini, kami berharap kedua belah pihak dapat meningkatkan kolaborasi di masa depan,” paparnya. (R/Gehaes)

Monday, September 10, 2018

BMH Silaturahim Bersama Masyarakat Karimunjawa


Sebagai destinasi baru pariwisata, Pulau Karimunjawa di Jepara Jawa Tengah dalam 3 tahun terakhir mengalami peningkatan kunjungan wisata yang cukup signifikan.

Melalui program silaturahim, BMH Jawa Tengah melaksanakan program janda tangguh dan program senyum anak Indonesia secara simultan yang bertempat di Aula Balai Desa, dan Saung TPA Pantai Ujung Gelam.

"Silaturahim ini semoga lebih mendekatkan lagi antara BMH dengan masyarakat Karimunjawa. Sepengetahuan saya, BMH sudah 3 kali bersilaturahim dengan masyarakat Karimunjawa, urai GM BMH Jawa Tengah, Imam Muslim mengingatkan memori masyarakat.

"Terima kasih atas silaturahim ini, sebagai pemegang amanah di desa Karimunjawa, saya mewakili masyarakat Desa Karimunjawa merespon sangat positif kegiatan ini. Semoga silaturahim selalu terjaga dan terus berkesinambungan, Demikian Sambutan Kepala Desa Karimunjawa, Arif Rahman.

Ust. Tumidi, Da'i tangguh BMH Jawa Tengah yang didapuk memberikan tausiah pada kesempatan itu lebih menitik beratkan kepada masyarakat untuk selalu bersyukur.

Acara silaturahim ini terlaksana selama dua hari, bekerjasama dengan Pemerintah Desa Karimunjawa, yayasan pitulikur pulau Karimunjawa, acara silaturahim dikemas dengan tausiah, penyaluran paket sembako kepada 100 janda tangguh dan penyaluran 100 paket beasiswa yatim prestasi, pada hari Selasa-Rabu (4-5/09/18).

"Alhamdulillah. Terima kasih BMH atas paket dari BMH ini. Ini sangat bermanfaat dan tahan lama juga sekaligus mengingatkan untuk terus melaksanakan Ibadah kepada Allah, puji Ibu Asmira disela-sela penyerahan paket untuk janda tangguh.

"Tas dan perlengkapan sekolah ini akan saya jaga dan gunakan sebaik-baiknya. Semoga BMH bisa datang lagi bawa paket untuk kami anak-anak sekolah disini, terima kasih ya. Celoteh Yusuf yang diamini Sutrimo yang juga sesama yatim. (W-gehaes)


Tuesday, September 12, 2017

Nasehat Nabi Bagi yang Berhutang Banyak




Assalamu'alaikum Wr. Wb

NASIHAT NABI SAW BAGI YANG BERHUTANG BANYAK

Ada wirid doa yang berasal dari ayat al-Qur’an yang diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk tujuan melunasi hutang dan meluaskan rezeki.

Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa Rasulullah SAW menegur sahabat Muaz bin Jabal.

“Aku tidak melihatmu di masjid semalam,” Rasulullah SAW menegur sahabat Muaz Bin Jabal r.a. selepas selesai berjamaah sholat dzuhur.

“Maafkan aku, wahai Rasulullah. Aku tidak menunaikan sholat semalam. Saat dalam perjalanan ke masjid, aku telah bertemu dan dikurung oleh seorang Yahudi di rumahnya dan tidak perbolehkan ke mana-mana,” jawab Muaz. Bin jabbal

“Kenapa?” tanya Rasulullah SAW.

“Aku telah banyak berhutang kepadanya,” ujar Sayidina Muaz. “Sehinggalah aku merayu dan berjanji akan melunasi hutang apabila mendapat uang,”

Rasulullah SAW tersenyum sambil menepuk-nepuk bahu Muaz dan berkata, “Aku ajarkan kepadamu dua potong ayat. Jika engkau mau mengamalkannya, Allah akan meluaskan rezekimu untuk melunasi semua hutangmu, walaupun hutangmu sebesar gunung banyaknya.”

“Mau..ya Rasulullah,” jawab Muaz bersungguh-sungguh.

Rasulullah SAW pun membacakan dua ayat al-Quran dari Surah Ali Imran ayat 26 – 27. Sayidina Muaz mendengarnya dengan cermat dan teliti, dan menjadikan ayat tersebut sebagai wirid harian hingga Allah SWT mengabulkan doanya melunasi hutang dan meluaskan rejeki baginya

Inilah 2 ayat yang diajarkan oleh Rasulullah SAW:

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاء وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاء وَتُعِزُّ مَن تَشَاء وَتُذِلُّ مَن تَشَاء بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ -٢٦- -

QULI ALLAAHUMMA MAALIKA ALMULKI TU’TII AL MULKA MAN TASYAAU WATANZI’U ALMULKA MIMMAN TASYAAU WATU’IZZU MAN TASYAAU WATUDZILLU MAN TASYAAU BIYADIKA ALKHAYRU INNAKA ‘ALAA KULLI SYAY-IN QADIIRUN

“Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”

- تُولِجُ اللَّيْلَ فِي الْنَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الَمَيَّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَن تَشَاء بِغَيْرِ حِسَابٍ -٢٧

TUULIJU ALLAYLA FII ALNNAHAARI WATUULIJU ALNNAHAARA FII ALLAYLI WATUKHRIJU ALHAYYA MINA ALMAYYITI WATUKHRIJU ALMAYYITA MINA ALHAYYI WATARZUQU MAN TASYAAU BIGHAYRI HISAABIN

“Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)”

Amalakan dua ayat dari surat ali Imron di atas dengan jumlah yang semampu anda lakukan setelah sholat fardu atau setelah sholat hajat. Insya Allah jika anda punya banyak hutang, hutang anda akan cepat lunas dan rezeki melimpah ruah. Aamiin…

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Oleh : Yudi

Tuesday, August 1, 2017

Tidak Sini dan Tidak Pula Sana



TIDAK SINI DAN TIDAK PULA SANA

Jika anda ketemu seseorang yang punya usaha dan menjadi bagian dari komunitas/jaringan usaha muslim, seringkali mereka memiliki atau bergabung dengan banyak komunitas bisnis muslim lainnya.

Dan jika anda bertanya lebih dalam pada dirinya, dari sekian komunitas itu mana yang anda ikuti dengan loyal ? Jawaban yang seringkali kita terima yakni TIDAK SATU PUN atau dengan kata lain “TIDAK SINI DAN TIDAK PULA SANA”

Maka anda bisa bayangkan jika mayoritas anggota yang berada didalam komunitas/jaringan muslim tersebut memiliki karakter sebagaimana diatas, kira2 apa yang akan terjadi pada komunitas/ jaringan usaha muslim tersebut ?
Sudah bisa dipastikan komunitas/ jaringan usaha itu tak akan mampu berkembangan dengan baik, terlebih lagi mampu bertarung …….

Bergabung pada Komunitas A HANYA ingin mendapatkan kucuran modal hibahnya, bergabung pada komunitas/ jaringan B HANYA hanya ingin mencari peluang agar prodak kita bisa laku, bergabung pada komunitas C hanya ingin bisa dekat dengan orang terkenal dan berkantong tebal semata dan lain-lain …..

Dari komunitas/jaringan usaha yang diikuti tak satu pun dirinya ikut andil dalam membangun sistem Komunitas/jaringan usaha yang sedang membutuhkan dukungan kita …….

Akhirnya Komunitas/jaringan usaha muslim hanya sekedar “GEROMBOLAN” yang tak mampu memberikan arah perubahan pada umat

Nashrullah Jumadi
Penulis buku “5 Langkah Mudah Membentuk & Mengoptimalkan Baitul Maal Masjid” dan Founder Jaringan Usaha Umat (JUU)


Pentingnya Loyalitas Dalam Komunitas / Jaringan Usaha Umat


Pentingnya Loyalitas Dalam Komunitas / Jaringan Usaha Umat


PENTINGNYA LOYALITAS dalam Komunitas/Jaringan Usaha Umat (JUU) …….

Posted by: Baitul Maal Masjid in KOLOM NASHRULLAH JUMADI 0 26 Views

Dari sekian proses pembangunan sistem komunitas/jaringan usaha muslim yg tersulit yakni MEMBANGUN LOYALITAS ANGGOTA ……..

Banyak komunitas bisnis muslim yg gagal berkembang dan akhir mati karena anggota tak memiliki loyalitas yg baik, yg ada hanya ingin untung, ingin sukses sendiri, pelit berbagi dan menjadi anggota yg hanya berpikir utk suksesnya sendiri ……..

Ya LOYALITAS ANGGOTA adalah hal penting yg harus ditumbuhkan dikomunitas/ jaringan usaha kita, sekalipun kita hanya segelintir orang ………

Jangan pernah menyerah sepanjang masih ada anggota yang loyal …….jika tak satupun anggota loyal jangan pernah berhenti utk menebar kebaikan ……..Sesungguh yang menanam dialah yg akan menuai …….

JARINGAN USAHA UMAT (JUU),
0823 2474 5151 (WA)
© Copyright 2018 MERDEKA POS | All Right Reserved