Pemred Pos Metro Dianiaya dengan Kursi, SPRI Minta Polisi Tangkap Bandar Judi Tembak Ikan - MERDEKA POS

Monday, April 1, 2019

Pemred Pos Metro Dianiaya dengan Kursi, SPRI Minta Polisi Tangkap Bandar Judi Tembak Ikan

Pemred Pos Metro Dianiaya dengan Kursi, SPRI Minta Polisi Tangkap Bandar Judi Tembak Ikan

Pemimpin Redaksi Pos Metro Dihantam Kursi, SPRI Minta Polisi Tangkap Bandar Judi Tembak Ikan

SUARAMERDEKA.co.id ■ Nasib naas kembali menimpa seorang jurnalis bernama Budi Hariadi, Pemimpin Redaksi Harian Pos Metro (Jawa Pos Grup) Medan.

Budi yang akrab disapa Budenk ini menjadi korban penganiayaan dan penyiksaan orang suruhan oknum Pengusaha Ationg, yang diduga pemilik bandar judi tembak ikan, yang beralamat di Jalan Veteran Simpang Helvetia Komplek Brayan Trade Center, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Sumatera Utara, Kamis (28/03) siang.

Peristiwa bermula saat wartawan Pos Metro ini hendak mengkonfirmasi usaha yang diduga sebagai bagian dari aktivitas perjudian berbentuk tembak ikan.

Meski kehadirannya telah diketahui sebagai seorang wartawan, serta diminta menunjukan kartu tanda pengenalnya, namun upaya tersebut berujung penganiayaan.

“Mau apa ?,” tanya seseorang yang diyakini Budi sebagai pemilik perjudian di lokasi tersebut.

Lantas Budi pun memberikan jawaban selayaknya seorang jurnalis.

“Aku mau nanya-nanya mengenai usaha kita ini, aku pers nya,” jawab Budi. Kedatangan Budi Hariadi di Komplek Brayan Trade Center ini dianggap sang pengusaha telah mengusik usaha yang diduga sebagai areal perjudian.

Budi lantas dipertemukan dengan empat orang yang berada di kantin dalam areal tersebut, seraya menunjukan kartu persnya. Lalu, salah satu dari keempat orang ini menanyakan alasan kedatangan Budi.

Korban yang bertujuan mengkonfirmasi terkait usaha para pelaku yang diduga judi ini langsung diberi peringatan oleh salah seorang karyawan.

“Sempat ada pa-apa dengan usaha ini, ku habisi kau,” ancam pelaku penganiayaan.

Karena mendapat ancaman dari para pelaku, korban pun pamit keluar dari areal Komplek Brayan Trade Center.

Pada saat korban berjalan keluar dari areal itu, korban pun sempat mendokumentasikan areal yang disinyalir sebagai lokasi judi. Seketika ia langsung dicegat dan dianiaya oleh empat pelaku yang sigap dan membuntuti korban.

Penganiayaan terhadap korban pun terjadi berulang kali menggunakan kursi (bangku kayu), hingga korban tidak berdaya.

Akibat insiden tersebut korban telah membuat laporan polisi ke Polsek Medan Labuhan dengan nomor STPLP /198/III/2019/SU/PEL-BLW/SEK-MEDAN LABUHAN, tertanggal 28 Maret 2019, pukul. 22 WIB.

Sementara itu, melalui siaran pers yang diterima redaksi, Senin (1/4/2019), Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Provinsi Sumatera Utara, Devis Karmoy, mendesak agar Polda Sumut segera menangkap pelaku. Kejadian main hakim ini, telah mencoreng kebebasan pers yang dijamin Undang-undang (UU) dan melecehkan negara.

Berdasarkan penjelasan korban dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Pengaduan (STPLP) Polsek Medan Labuhan menyebutkan, tujuan kehadiran korban ke lokasi tersebut hendak mengonfirmasi dugaan aktivitas perjudian tembak ikan modus gelanggang permainan yang santer dibicarakan warga dan meresahkan. Namun kedatangan Budi yang sedang meliput sebagaimana dilindungi Pasal 4 ayat (3) Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers ini dikhianati Ationg dan tujuh penjaganya.

DPD SPRI Sumatera Utara juga meminta semua lapisan masyarakat menghargai pekerja pers sebagai insan yang menjalankan profesinya sesuai Undang-Undang. Selain itu, SPRI juga mendesak aparat kepolisian lebih peduli terhadap keluhan masyarakat terkait lokasi yang kerap dijadikan sebagai tempat perjudian.

"Meminta para tokoh masyarakat, agama dan pemuda untuk perang terhadap praktik perjudian yang melibatkan oknum aparat negara," kata Devis Karmoy.

Terpisah, Kapolsek Labuhan melalui Kanit Reskrim Iptu Bonar Pohan menjelaskan pihaknya telah memeriksa saksi-saksi. Sementara Ombudsman menyampaikan akan mengontrol perjalanan kasus ini. (rls/R-01)

loading...

BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU

© Copyright 2018 MERDEKA POS | All Right Reserved