Fahri Nilai Tak Tepat Gunakan Cukai Rokok Tutupi Defisit BPJS


MERDEKAPOS.Id ■  Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyesalkan adanya pernyataan dari pihak pemerintah bahwa cukai dari rokok akan dipergunakan untuk menutupi defisit anggaran keuangan BPJS Kesehatan.

"Bahwa rokok cukainya ada pemasukan, iya. Tapi jangan bilang, ini rokok untuk BPJS Kesehatan gitu lho, kan nggak boleh dong. Jadi pemerintah itu harus mencari cara untuk berkomunikasi yang lebih elegan gitu lho," papar Fahri di Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis (20/9).

Fahri mengaku miris dengan adanya pernyataan tersebut pasalnya di sisi lain pemerintah juga menggalakkan agar konsumsi rokok dikurangi.

"Coba lihat itu di bungkus rokok kan ada peringatannya, lalu juga ada gambar orang dadanya hancur akibat dampak dari merokok. Tapi di sisi lain disebutkan kita butuh cukai rokok untuk menyelamatkan BPJS, kesannya rokok jadi ada jasanya gitu," tutupnya.

Seperti diketahui bahwa BPJS Kesehatan mengalami defisit keuangan pada tahun 2018 ini hingga mencapai Rp11,2 triliun. Hal ini mengalami kenaikan dibandingkan defisit tahun lalu sebesar Rp6,74 triliun.

Pemerintah rencananya akan menggelontorkan dana sebesar Rp4,9 triliun untuk menutupi kerugian tersebut, tetapi muncul wacana bahwa mereka akan mengambil cukai rokok yang cukup besar untuk menambah kekurangannya.

■ Radio Dakta

Belum ada Komentar untuk "Fahri Nilai Tak Tepat Gunakan Cukai Rokok Tutupi Defisit BPJS"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel