Arah Baru Indonesia, Pos Islamis “Zaman Now”


Arah Baru Indonesia, Pos Islamis “Zaman Now”

Oleh: Tengku Zulkifli Usman

Karena tidak bisa dipungkiri, Pos Islamis adalah trend politik islam paling relevan dan paling cocok untuk DNA politik Islam saat ini, lokal ataupun global.
Masa-masa krisis politik Islam di dunia menemukan titik cerah setelah Hasan Al Banna mendirikan Ikhhwanul Muslimin.

Namun di saat yang sama, partai liberal Al Wafd juga berdiri di Mesir, diiukuti dengan lahirnya partai-partai nasionalis haluan sosialis seperti Suriah, dan kawan-kawan.

Saat kekalahan bangsa Arab dalam perang 6 hari, banyak intelektual Islam mengalami frustasi, momentum ini dianggap masa masa nakhbah atau kegagalan.

Jika sebelum tahun 1967, para intelektual Islam banyak memproteksi umat dari serangan budaya asing.

Maka pasca 1967, para intelektual Arab dan Islam baik dari timur atau bagian barat fokus menganalisa akibat kekalahan bangsa Arab dan cenderung memilih mengkritisi diri sendiri (self criticism).

Kegagalan jihad global di Afghanistan membuat para intelektual Arab berpikir ulang akan arah yang tepat yang harus dituju seorang muslim, karena tugas paling berat di dunia ini adalah menjadi pemikir.

Meskipun Arab Spring dialami oleh banyak negara bagian timur arab (masyriq), namun kritik terhadap Arab Spring dan pasca Arab Spring banyak mendapat perhatian dari para pemikir Islam wilayah barat Arab (maghrib).

Di Indonesia, partai Islam terbagi dua, haluan Islam tradisional (PKB, PPP, PAN dan PBB), dan haluan Islam Politik yang memiliki payung besar di dunia internasional secara ideologis (PKS).

Jika kita membaca buku-buku Islam di era tahun 2000-2008 yang ditulis oleh banyak politisi Islam semisal Hidayat Nur Wahid dan kawan-kawan, maka kita akan menemukan fokus tema mereka saat itu tentang penerapan syariat Islam di Indonesia dan tema tema sejenis, fokus tema ini menunjukkan ideologi politik tokoh tokoh tersebut saat itu masih di tataran Islamis.

Dan setelah tahun 2009, saat PKS selesai melakukan munas di Bali dan mendeklarasikan diri sebagai partai terbuka atas gagasan Anis Matta, PKS melompat ke haluan pos Islamis yang lebih jauh.

Ideologi Pos Islamis dalam politik Islam adalah antitesisnya Islamis, fundamentalis dan konservatif, meskipun berasal dari satu keluarga, Pos Islamis adalah adik bungsu yang paling cekatan dan cerdas dibandingkan saudara kandugnya yang lain.

Baca Juga:  Mengilmiahkan Narasi Politik Arah Baru Indonesia
Pos Islamis ini mengalami stagnasi saat Anis Matta tidak lagi memegang tampuk kepemimpinan PKS dan PKS kembali diisi oleh mereka yang secara otomatis, pelan tapi pasti, mengembalikan PKS ke era sebelum tahun 2009.

Haluan Pos Islamis kembali mengemuka di dunia internasional terutama pasca Arab Spring, haluan Pos Islamis kembali kencang didengungkan bahkah mayoritas negara yang mengalami Arab Spring hampir semua ingin melompat ke Titik Pos Islamis, dan beberapa di antaranya telah berhasil (Turki-Maroko-Tunisia) dan beberapa lagi masih dalam proses transisi (Libya-Yordania-Al Jazair).

Suara itu juga berdengung di Malaysia sejak 6 tahun lalu, namun keadaannya stuck, Malaysia baru kondusif terhadap haluan politik Pos Islamis ini pasca tumbangnya Najib Razak Sebulan lalu dengan bantuan tiga tokoh utama (Mahathir-Anwar-Awang).

Di Indonesia, gagasan pos Islamis sudah 8 tahun diperjuangkan, namun sering mengalami deadlock dikarenakan mayoritas kalangan lama belum siap melangkah dan minimnya pemahaman yang baik tentang tatacara melompat secara ideologi plus minimnya tokoh Islam progressif dalam tubuh Islam politik.

Hanya Anis Matta dan kawan-kawan yang terus berupaya melakukan lompatan besar dan terstruktur secara pemikiran yang selama ini terus mendengungkan gagasan gagasan pos Islamis, mulai dari gagasan manusia gelombang ketiga, dan terakhir dengan dengan ide Arah Baru Indonesia.

Karena tidak bisa dipungkiri, Pos Islamis adalah trend politik islam paling relevan dan paling cocok untuk DNA politik Islam saat ini, lokal ataupun global.

Karena pilihan Islam politik di Indonesia hanya dua: melompat atau sekarat, Arah Baru Indonesia memilih jalan yang pertama dengan segala rasionalitas berpikirnya.

Arah Baru Indonesia adalah mihwar baru dalam logika mihwar dauli, Arah Baru Indonesia adalah mixed antara Relegiusitas Modern dalam berpikir dan Contituttional Saintifik dalam menalar alur periwayatan politik Islam era millenial sekarang.

Arah Baru Indonesia adalah the newest Islamic political renaissance di era baru Indonesia pasca 20 tahun reformasi dan 20 tahun usia Islam politik di Tanah Air.

Arah Baru Indonesia adalah oase di padang pasir, fajar baru, juga lembaran baru Islam politik yang menjanjikan cahaya yang lebih cerah.

Arah Baru Indonesia adalah kekayaan narasi islam politik ditengah miskinnya isi kepala para elit penguasa lintas zaman di masa lalu indonesia.

#garbi
#arah baru Indonesia

Belum ada Komentar untuk " Arah Baru Indonesia, Pos Islamis “Zaman Now”"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel