Fahri: Keterbukaan Sandi Soal Dana Pilpres Positif

JAKARTA, MerdekaPos.ID - Bakal calon wakil presiden (Cawapres) Sandiaga Salahudin Uno menyatakan pemberian mahar merupakan tindakan yang melanggar UU, sehingga dirinya tidak akan melakukannya.

Dia terus terang menjelaskan kalau uang tersebut adalah biaya kampanye, dan bantuan kepada tim pemenangan, juga bantuan kepada partai pengusung.

Terkait pernyataan Sandiaga itu, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah ditemui awak media di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/8), menyebut kalau tantangan dari cawapres pendamping Prabowo Subianto itu positif, soal siapa yang harus membiayai Pilpres.

Apa yang disampaikan Sandi, menurut politisi dari PKS itu, perlu supaya transparan agar jangan di Pilpres ini banyak masuk dana-dana siluman yang suatu hari akan menjadi hutang budi dari capres dan cawapres, yang harus dibayar belakangan hari.

"Jadi lebih baik sistem pembiayaannya dibuat transparan. Sekarang ada orang kaya seperti Pak Sandiaga, dia mau membiayai pribadi dan bahkan menyebut angkanya, ya itu ditanya boleh enggak? Ada pribadi satu orang membiayai dengan jumlah sekian, apalagi dia kandidat. Kalau bukan kandidat, setahu saya enggak boleh," ucapnya.

Dijelaskan Fahri bahwa batas sumbangan pribadi itu Rp 5 miliar, koorporasi Rp 25 miliar, untuk kandidat. "Nah, sekarang ada kandidat yang mengatakan mau membiayai sendiri pilpres saya ini. Bagaimana itu, apakah boleh?" katanya.

Di sisi lain, Fahri mengingatkan kalau yang banyak duitnya adalah incumbent, karena itu jangan di balik. Maka dari itu, incumbent juga harus berani berterus terang dan terbuka sepeti Sandiaga terkait asal-usul danannya, dan siapa yang menyumbang.

"Sebab, jangan sampai kita membiarkan difinisi dari gotongroyong itu adanya dana-dana gelap, apalagi dana haram masuk ke dalam darah politik kita, dalam ha
l ini darahnya presiden dan wakil presiden. Bisa rusak nanti. Akibatnya, kepemimpinan mendatang akan disandra orang," cetusnya.

Oleh karena itu, Fahri sangat mengapresiasi apa yang disampaikan Sandi soal sumbangan pribadinya untuk kampanye Pilpres mendatang. Apalagi, Sandi membuka ini dan meminta advice bagaimana seharusnya, mengingat uang yang digelontorkannya sangat besar.

"Memang biaya pemilu itu, kalau pilpres masing-masing kandidat minimal Rp 3 sampai 5 triliun kalau mau pertarungannya seru. Kalau enggak jelas, jangan dianggap oh Pak Jokowi nggak perlu biaya. Bohong itu. Semua butuh uang kok. Cuma, mau dibikin jelas atau enggak jelas? Jadi, Pak Sandi positif karena ini membuat kita berpikir ini jelas," kata Fahri seperti dikutip dari lama RMOL.



Belum ada Komentar untuk " Fahri: Keterbukaan Sandi Soal Dana Pilpres Positif"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel